Wisudawan-Unpad-Ungkap-Rahasia-Sukses-Dengan-IPK-395

Wisudawan Unpad Ungkap Rahasia Sukses Dengan IPK 3,95

Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali meraih lulusan terbaiknya. Kali ini datang dari mahasiswa psikologi Tsana Afrani Suyono. Tsana merupakan wisudawan terbaik Program Wisuda Unpad Tahap III Tahun Pelajaran 2020/2021, Rabu (5/5) lalu.

Tsana menyelesaikan gelarnya dalam waktu kurang dari 4 tahun dan mendapatkan IPK

yang hampir sempurna yaitu 3,95. Mahasiswa Batam ini tidak hanya berprestasi secara akademis, namun juga terlibat dalam beberapa kegiatan sosial, terutama dalam perkembangan anak dan remaja.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Intervensi di awal tahun, terutama di bidang kognitif, sangat penting untuk perkembangan anak,” kata Tsana, dikutip dari situs Unpad, Jumat (7 Mei 2021).

Beberapa komunitas dan organisasi yang diikutinya

adalah Komunitas Pecinta Anak dan Remaja Tingkat Fakultas, dosen dari Komunitas Taman Ilmu dan pernah terlibat dalam komunitas Hari Bumi Unpad dan membantu penghijauan kawasan kritis di Wilayah Sungai Citarum Hulu.

Di komunitas yang mencintai anak-anak dan remaja, Tsana suka mengunjungi desa dan bermain game edukasi dengan anak-anak, seperti membaca dongeng. Selama berada di Science Park, Tsana aktif sebagai guru sukarelawan di desa Sukanegla, Jatinangor.
Baca juga:
Ini daftar biaya masuk PTN Mandiri S1 Pathway 2021. Pilih yang mana?

Selain mengajar di Science Park, Tsana membantu

mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan perkembangan anak usia sekolah. Harapannya, proses pembelajaran dapat berlangsung dalam suasana santai.

“Kita juga sering memasukkan kurikulum moral, memberi pesan kepada anak-anak. Begini caranya santai, tapi tetap bisa belajar,” kata Tsana.

Selain itu, Tsana membeberkan rahasia suksesnya sebagai lulusan terbaik dengan nilai rata-rata yang nyaris sempurna. Menurutnya, kewajibannya sebagai mahasiswa adalah terus belajar. Studi harus berada di latar depan.

Karena itu penting bagi mahasiswa untuk menetapkan prioritas agar tetap fokus menyelesaikan studinya.

Tsana mengakui bahwa dia memisahkan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan utama sebagai seorang pelajar adalah belajar. Diikuti dengan realisasi keinginannya untuk berkembang yaitu aktif dalam kegiatan sosial.

“Kalau kita sudah tahu apa yang kita inginkan, maka pengelolaannya akan cukup baik. Yang utama, tentu saja, tetap akademis, ”kata Tsana.

Maka tidak heran jika Rahma meraih predikat wisudawan terbaik dengan disertasi berjudul “Hubungan Quarter Life Crisis dan Subjective Wellbeing of Young Adults”.

Tsana juga melakukan penelitian dengan fakultas dan mahasiswa psikologi lainnya. Penelitian tersebut berhasil dipublikasikan di jurnal terindeks SINTA 2.

Selain itu, Tsana menerbitkan artikel ilmiahnya yang berjudul “Dapatkah Intervensi Prasangka Media Mengurangi Prasangka Implisit Terhadap Orang yang Hidup Dengan HIV/AIDS?” Eksperimen dengan Implicit Association Test (IAT)” dalam Jurnal Psikologi Sosial UI.

Sebagai lulusan terbaik, menurut Tsana, psikologi merupakan pilihan yang tepat untuk gelarnya.

“Psikologi adalah subjek manusia. Secanggih apapun teknologinya, tetap ada sisi kemanusiaannya. Jadi bagi saya psikologi berperan besar,” kata Tsana.

Baca juga :

nac.co.id
futsalin.id
evitdermaclinic.id
kabarsultengbangkit.id
journal-litbang-rekarta.co.id
jadwalxxi.id
gramatic.id
tementravel.id
cinemags.id
streamingdrama.id
snapcard.id
katakan.id
cpdev.id