UPI Wacanakan Redesign Pendidikan Nasional

UPI Wacanakan Redesign Pendidikan Nasional

UPI Wacanakan Redesign Pendidikan Nasional

UPI Wacanakan Redesign Pendidikan Nasional
UPI Wacanakan Redesign Pendidikan Nasional

Redesign Pendidikan Nasional untuk Memperkuat Bangsa jadi tema Seminar Nasional Pendidikan

Dasar yang digelar di Aula Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Purwakarta, Senin (18/12).

Hadir sebagai keynote speaker, Wakil Ketua Forum Rektor Indonesia Prof DR Ir Asep Saefuddin M.Sc, pembicara lainnya, Dosen Program Bimbingan dan Konseling Jenjang S3 UPI yang juga penulis Bimbingan dan Konseling Berbasis Kompetensi DR H Mamat Supriatna M.Pd. Turut hadir Direktur UPI Kampus Purwakarta Prof Turmudi M.Ed M.Sc Ph.D dan Wakil Direktur UPI Kampus Purwakarta DR H Agus Muharam M.Pd.

“Kesuksesan seorang guru adalah saat dirinya bangga jika muridnya bisa lebih

mengetahui dan lebih pintar darinya. Artinya, guru itu telah berhasil membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten. Negara maju bukan karena sumber daya alamnya bukan pula karena lamanya merdeka, melainkan karena SDM-nya,” kata Asep yang juga tercatat sebagai Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Dijelaskannya, SDM bukan hanya terkait kepintaran melainkan yang terpenting adalah hal-hal mendasar, yakni sifat-sifat manusia yang harus kembangkan.

“Ada pepatah di Jawa Barat Bageur, Cageur, Singer, Pinter. Begitu urutan kualitas seseorang, jangan diubah. Yang pertama Bageur atau baik, seseorang harus memiliki sifat baik dan itu yang utama,” ujarnya.

Yang kedua, sambungnya, Cageur atau sehat. Orang baik ditopang fisik

dan jiwa yang sehat, kata Asep, maka akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

“Ada pun yang ketiga adalah Singer atau rajin yang pada akhirnya menghasilkan sifat yang keempat yaitu Pinter atau cerdas,” kata Asep di hadapan 200an peserta seminar yang didominasi calon guru SD ini.

Begitu pun dalam mengajar, sambung Asep, jangan mengajar agar orang menjadi pinter melainkan menjadi bageur.

“Seorang anak yang taat mengantre jauh lebih baik dibandingkan temannya yang mendapat nilai matematikanya 10. Dan orang pinter itu belum tentu singer, sedangkan orang singer biasanya juga pinter,” ujarnya.

Ia juga menukil pernyataan Pahlawan Nasional asal Tondano DR Sam Ratulangi yang menyebutkan tugas manusia adalah memanusiakan manusia dan memanusiakan manusia adalah melalui pendidikan.

“Sehingga pendidikan posisinya sangat tinggi dalam membentuk karakter, dan karakter itu lebih penting dari pada kepintaran seseorang. Pasalnya, melalui karakter yang baik itulah SDM dapat dibangun, dan melalui karakter itu pula lah sains dan teknologi dibangun,” kata Asep.

Secara khusus Asep berpesan kepada para calon guru yang mayoritas mahasiswa UPI PGSD, di Disruption Era yang serbacanggih dan serbainstan ini agar lebih mengutamakan membentuk karakter siswa pada saat mengajar nanti.

“Kita perlu meredesign pendidikan nasional. Mulai dari tingkat SD yang utamanya adalah tahapan pembentukan karakter, SMP dan SMA mulai lebih tinggi persentase pendidikan ilmunya. Kemudian di Perguruan Tinggi baru lah penyerapan ilmu secara total,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Panitia Seminar Nasional yang juga Dosen PKn UPI Kampus Purwakarta Drs H Kanda Ruskandi M.Pd menyebutkan, sebagai center of excellence pendidikan karakter, UPI Kampus Purwakarta memiliki agenda tahunan menggelar seminar nasional dengan mendatangkan pembicara yang sangat berkompeten di bidangnya.

“Alhamdulilah, antusias peserta sangat tinggi, mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan ada pula yang berasal dari luar Pulau Jawa. Tercatat sedikitnya ada 224 peserta dan mereka akan mendapatkan sertifikat seminar ini,” ujarnya.

 

Sumber :

https://s.id/67tki