Tips Terbaik Budidaya Lada

Tips Terbaik Budidaya Lada

Tips Terbaik Budidaya Lada

Tips Terbaik Budidaya Lada
Tips Terbaik Budidaya Lada

Sejarah Singkat : Lada atau merica, Adalah Rempah-rempah yang berwujut bijian yang dihasilkan oleh tumbuhan dengan nama sama, Lada sangat penting dalam komponen masakan dunia, Dan di kenal luas sebagai komoditi perdagangan penting di dunia. Pada masa yang lampau harganya sangat tinggi sehingga menjadi salah satu pemicu penjelajahan orang Eropa ke Asia timur untuk menguasai perdaganganya, dengan demikian mengawali sejarah kolonisasi Afrika, Asia dan Amerika.

Hasil pengolahan merica ada 3 jenis yaitu, Lada hitam, putih dan hijau. Dari 3 jenis olahan yang di kenal hanya lada hitam dan lada putih. Untuk hasil olahan lada dari propinsi lampung dikenal dengan sebutan (Lampung black pepper) dan hasil olahan dari propinsi kepulauan bangka belitung dikenal dengan sebutan (Muntok White pepper) Sebutan tersebut dikenal karena Indonesia merupakan salah satu produsen terbesar di dunia. Produksi perkebunan merica indonesia pada saat ini sekitar (11,50%) dari seluruh luas komoditi perkebunan dengan kemampuan modal yang lemah. Dampak dari kondisi tersebut yang diatas mengakibatkan perkembangan teknologi ditingkat petani untuk perbaikan mutu. Budidaya atau pengembangan tanaman sangat lambat dan tidak mengalami perubahan.

Syarat Pertumbuhan

1. Iklim : Curah hujan (2.000 – 3.000 mm/th). Cukup sinar matahari (10 jam sehari). Suhu udara (200C – 34 OC). Kelembaban udara (50% – 100% lengas nisbi dan optimal antara 60% – 80% RH). Terlindung dari tiupan angin yang terlalu kencang

2. Media Tanam : Subur dan kaya bahan organik. Tidak tergenang air atau terlalu kering. pH tanah 5,5 – 7,0. Warna tanah merah, Samapai warna merah kuning seperti Podsolik, Lateritic, Latosol, dan Utisol. Kandungan humus tanah sedalam 1 – 2,5 m. Kemiringan lahan maksimal (300). Ketinggian tempat (300 – 1.100 m dpl).

Pedoman Teknis Budidaya Lada (Merica)

Pembibitan

1. Terjamin kemurnian jenis bibitnya.
2. Berasal dari pohon induk yang sehat.
3. Bebas dari hama dan penyakit.
4.Berasal dari kebun induk produksi yang telah berumur (10 bulan – 10 tahun). Dan kebutuhan bibit (2.000) bibit tanaman perhektar.

Pengolahan Media Tanam

1. Cangkul 1. Pembalikan tanah sedalam (20 – 30 cm).
2. Taburkan kapur pertanian dan diamkan (3 – 4 Minggu).

Dosis Kapur Pertanian

1. Pasir dan lempung berpasirĀ  : pH tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton /ha ; pH tanah 4,5 ke 5,5 = 0,6 ton /ha ; pH tanah ke 6,5 = 0,9 ton /ha.

2. Lempung : pH tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton /ha ; pH tanah 4,5 ke 5,5 = 1,7 ton /ha ; pH tanah ke 6,5 = 0,9 ton /ha.

3. Lempung Berdebu : pH tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton /ha ; pH tanah 4,5 ke 5,5 = 2,6 ton/ha ; pH tanah ke 6,5 = 3,2 ton/ha.

4. Lempung Liat : pH tanah 3,5 ke 4,5 = 0,6 ton/ha ; pH tanah 4,5 ke 5,5 = 3,4 ton/ha ; pH tanah ke 6,5 = 4,2 ton/ha.

Cangkul 2. Haluskan dan ratakan tanah

Teknik Penanaman

1. Sistem penanaman adalah monokultur (Jarak tanam 2 m x 2 m) Bisa juga di tanam dengan tanaman lain (Tumpang sari).

2. Lubang tanam di buat limas ukuran atas (40 cm x 35 cm), Bawah (40 cm x 15 cm) Dan kedalaman 50 cm.

3.Biarkan lubang tanam 10 – 15 hari barulah bibit di tanam.

4. Waktu penanaman sebaiknya pada musim penghujan atau peralihan dari dari musim kemarau ke musim hujan, Pukul 6. 30 pagi atau 16. 30 – 18. 00 Sore.

5. Cara Penanaman : Menghadapkan bagian yang di tumbuhi akar lekat kebawah,Sedangkan bagian belakang (Yang tidak di tumbuhi akar lekat) menghadap keatas.

6. Taburkan pupuk kandang 0,75 – 100 gram/tanaman.

7. Tutup lubang tanam dengan tanah galian bagian atas.

 

Sumber: https://www.bertani.co.id