Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Raih Young Scientist Award

Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Raih Young Scientist Award

Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Raih Young Scientist Award

Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Raih Young Scientist Award
Teliti Sensor Kimia, Dosen Muda ITS Raih Young Scientist Award

Sivitas akademika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tidak jemu-jemunya mengukir prestasi membanggakan. Kini giliran dosen dari Departemen Teknik Fisika, Nur Laila Hamidah ST MSc, yang meraih penghargaan Young Scientist Award lewat penelitiannya mengenai sensor kimia dalam Asian Conference on Chemical Sensors (ACCS) 2019 yang diadakan di Grand Inna Bali Beach selama empat hari.

Young Scientist Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh komite ilmiah ACCS kepada para peneliti muda dengan usia di bawah 40 tahun yang telah mempublikasikan beberapa penelitian. Komite Ilmiah ACCS berfokus pada penelitian yang berhubungan dengan sensor kimia atau sensor yang bisa mendeteksi jumlah zat kimia.

Dalam kesempatan ini, Emmy, sapaan akrabnya, menjadi satu-satunya delegasi dari ITS yang meraih penghargaan tersebut. “Saya sekaligus mewakili universitas tempat saya mengenyam program doktoral, yaitu Universitas Kumamoto (Kumamoto University, Jepang, red),” jelas alumnus Universitas Nasional Sains dan Teknologi Taiwan itu.

Penghargaan yang diberikan kepada Emmy tentu saja bukan tanpa alasan. Emmy telah meneliti sensor gas hidrogen melalui pengembangan membran oksida grafena. Oksida grafena sendiri merupakan salah satu material atom. “Saya harus mempresentasikan penelitian di depan beberapa profesor yang ahli dalam bidang sensor kimia,” tutur perempuan berhijab kelahiran 10 Juli 1988 ini.

 

Baca Juga :