Sejarah Perang Khandaq – Perang Parit

Sejarah Perang Khandaq - Perang Parit

Sejarah Perang Khandaq – Perang Parit

Sejarah Perang Khandaq - Perang Parit
Sejarah Perang Khandaq – Perang Parit

Sejarah Perang Khandaq – Perang Parit- Sobat, mengulas tentang sejarah memang tidak ada habisnya. Terlebih jika mengulas tentang perang yang membuat kita semakin tahu, bahwa perjuangan kehidupan saat ini, ternyata tidak sebanding dengan mereka yang  yang berjuang dimasa lalu. Dengan sejarah tentunya kita diajari untuk tidak menyerah. Kali ini kita akan membahas tentang Perang Khandaq yang terjadi pada tahun kelima Hijriah.

Perang Khandaq atau yang lebih disebut sebagai Perang Parit berawal ketika kaum Yahudi melanggar perjanjian damai dengan umat Islam. Kaum Yahudi tersebut malah bergabung dengan kaum kafir Quraisy dan menyiapkan pasukan sebanyak 10.000 orang dan dipimpin oleh Abu Sufyan. Sedangkan Nabi Muhammad SAW hanya dapat mengumpulkan sebanyak 3000 prajurit muslim.

Mengapa disebut Perang Parit?

Pasalnya dalam perang tersebut kaum muslimin menggali parit yang digunakan untuk perlindungandi perbatasan kota Madinah. Ini sesuainya dengan sarran yang diberikan sahabat Nabi dari Persia, Salman Al-Farisi. Menurut Salman, dengan dibuatnya parit di perbatasan, maka pasukan musuh akan terhambat.

Proses penggalian parit memakan waktu hingga enam hari. Namun ketika proses penggalian itu dilaksanakan,Salman dan kaum muslim lain menemukan batu putih yang sangat besar dan keras. Karena tidak mampu memecahkan batu tersebut, akhirnya mereka memanggil Rasulullah SAW. Nabi pun segera datang dengan membawa kapak.

Pada pukulan pertama, batu itu pecah sepertiganya dan mengeluarkan kilatan cahaya dari arah Syam. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Syam (Suriah). Pada pukulan kedua, sepertiga lagi pecah dan mengeluarkan cahaya dari arah Persia. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Persia. Pukulan ketiga memecahkan sepertiga sisa batu tersebut dan memancarkan cahaya dari arah Yaman. Hal itu diramalkan oleh Nabi Muhammad sebagai isyarat penakhlukkan Yaman.

Ketika pasukan musuh tiba di Madinah, mereka heran melihat keadaan tersebut. Pasalnya strategi ini baru kali pertama mereka lihat dalam peperangan. Mereka belum pernah menyaksikan strategi seperti itu sebelumnya. Pengepungan pun terjadi selama sebulan lamanya. Namun selama itu pula tidak pernah terjadi peperangan terbuka.

Baik kaum muslimin maupun kaum quraisy hanya salaing melemparkan panah dan perang tanding. Beberapa ksatria Quraisy seperti Amr bin Abdul Wudd, Ikrimah bin Abu Jahal dan Dinar bin Khattab maju menyebrangi parit. Mereka menantang perang tanding. Mereka dihadapi oleh pahlawan-pahlawan Islam seperti Ali bin Abi Thalib.

Namun mereka gagal memenangkan pertarungan. Pada Perang Parit sebanyak 700 orang lelaki Bani Kuraizah dihukum bunuh oleh tentara muslim karena dosa mereka yang besar sekali. Dengan kemenangan ini juga, maka berakhirlah riwayat bangsa Yahudi di Madinah. Mereka banyak yang pindah ke Syiria dan Khaibar.

Perang khandaq adalah perang yang unik

Dikatakan unik karena dalam perang ini tidak seorang Muslimpun keluar dari kota Madinah. Kaum Muslimin dikepung di dalam kota Madinah selama hampir sebulan. Yang mengepung adalah pasukan kafir Musyrikin yang bersekutu bersama Yahudi.

Nah Sobat, demikian artikel kami tetang Sejarah Perang Khandaq – Perang Parit. Nantikan artikel kami selanjutnya ya.

Baca juga artikel: