Profil Singkat Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Profil Singkat Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Profil Singkat Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Profil Singkat Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno
Profil Singkat Presiden Pertama Indonesia Ir. Soekarno

Soekarno dalam mengantarkan Indoensia merdeka memiliki dua strategi yang cukup baik. Pertama dengan cara membangun kesiapan mental bangsa Indonesia dan yang kedua dengan cara menagkap peluang untuk merdeka. Cara yang pertama dengan membangun kesiapan mental bangsa tidaklah mudah, karena proses transformasi dari negeri yang terjajah menjadi negeri merdeka tentunya melalui tahapan-tahapan yang panjang serta upaya-upaya yang luar biasa.

Awalnya Soekarno melakukannya dengan mendekati lingkungan terdekat yaitu organisasinya, Soekarno tak segan-segan membantu kawan-kawan organisasinya dalam berbagi masalah serta selalu memberikan solusi yang solutif, dengan tujuan untuk memperoleh kepercayaan dari kawan-kawannya. Kemudian Soekarno mulai mencoba mengubah pola pikir rakyatnya yang semula berorientasi ke arah pemerintahan Jepang menuju pandangan Indonesia merdeka.

Hal itu dilakukan dengan cara orasi dalam berbagai banyak kesempatan, tujuannya agar pesan yang disampaikan dapat membekas dalam jiwa para pendengarnya. Setelah itu, Soekarno tak lupa berdiskusi dengan tokoh-tokoh bangsa yang memiliki pengaruh, baik dari kalangan sesama pejuang ataupun dari kalangan Jepang dan sekutu, termasuk bertemu dengan rakyat secara periodik.

Pada tahun 1921 bung Karno lulus dari HBS

Dan melanjutkan studinya di Bandung untuk belajar ilmu teknik. Di Bandung inilah bung Karno tetap melanjutkan semangat perjuangannya melawan penjajah. Ia banyak tampil sebagai tokoh yang berani melawan penjajah. Kematangan politiknya teraktualisasi menggantikan keberadaan PKI dan pejuang radikal lainnya yang telah dilumpuhkan oleh Belanda. Pada tahun 1926 pak Karno lulus dan menjadi sarjana teknik. Tapi ia masih tetap bersemangat dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengkotbahkan nasionalis kepada rakyat Indonesia.

Pada tahun 1927 pak Karno mendirikan PNI

Tujuan PNI adalah mencapai kemerdekaan secara sepenuhnya. Tahun 1928, pak Karno dan partainya begitu aktif dalam melakukan propaganda dan sering tampil dengan pidato–pidatonya yang berapi–api dan menggugah. Karno mendapat julukan ”Singa Podium”, sebuah julukan yang dulu dilekatkan pada Cokroaminoto oleh banyak orang. Soekarno dengan semangatnya yang berapi-api dalam memperjuangkan kemerdekaan, membuat pihak penjajah marah dan akhirnya pak Karno dipenjara. Bung Karno pernah dipenjara di Sukamiskin, di Bengkulu yang akhirnya ia disana berkenalan dengan tokoh Muhammadiyah.

Dan ia juga pernah diasingkan di pulau Ende, di pulau inilah semangat keIslamannya semakin terasah. Perjuangannya dalam mewujudkan kemerdekaan banyak melewati kesulitan. Peristiwa rengasdengklok yang pada akhirnya membawa Indonesia dalam kemerdekaan.

Hal itu semua dilakukan Soekarno untuk membangun mental bangsa agar menjadi bangsa yang sesuai dengan tujuan kemerdekaan Indonesia

Setelah membentuk mental bangsa yang diharapakan semua kalangan rakyat Indonesia, strategi yang kedua adalah dengan menangkap peluang untuk merdeka. Salah satu peluang yang utama adalah adanya kekacauan-kekacauan politik dunia, yang menimbulkan pecahnya Perang Dunia II yang juga menyababkan posisi Jepang melemah di Asia Raya. Kekalahan telak Jepang dirasakan ketika Hiroshima dan Nagasaki diporakporandakan dengan  Bom Atom oleh sekutu.

Baca juga artikel: