PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM

PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM

PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM

PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM
PRINSIP DASAR EKONOMI ISLAM

Sejarah

Sejak awal Allah tidak hanya memerintahkan kita untuk shalat akan tetapi memerintahkan untuk mencari nafkah secara halal. Yang untuk kemudian proses untuk memenuhi segala kebutuhan inilah yang dinamakan kegiatan ekonomi.
Kalau kita melihat dari perkembangan ilmu modern, ekonomi island masih dalam tahap pengembangan. Persoalannya hanyalah karena ilmu ekonomi islam ditinggalkan umatnya terlalu lama berbagai pemerintahan di dunia islam dari mulai colonial sampai sekarang selalu memisahkan antara islam dengan dunia ekonomi. Lantas kalau kita mengacu pada apa yang disampaikan oleh thomass kuhn, bahwa masing-masing system itu memiliki inti paradigma, maka inti paradigma ekonomi islam adalah Al-Qur’an dan Asunnah, kedua sumber ini tidak bias di kaitkan dengan unsure yang lain yakni kapitalis dan sosialis..

Arti Sifat Dasar Ekonomi Islam

Sifat dasar ekonomi islam adalah ekonomi rabbani dan insani. Keimanan seseorang memegang peranan penting dalam ekonomi islam, karena secara langsung akan mempengaruhi cara pandang dalam membentuk kepribadian, perilaku, gaya hidup, selera, dan prefensi manusia, sikap-sikap terhadap manusia, sumberdaya dan lingkungan.
Nilai-nilai keimanan inilah yang kemudian menjadi aturan yang mengikat. Dengan mengacu pada aturan ilahiah, tiap perbuatan manusia mempunyai nilai moral dan ibadah.

Q.S Al-Baqarah ayat 143

Firman Allah SWT dalam QS Al-Baqoroh ayat 143, sebagai umat moderat kini manusia mengemban tugas sebagai “syuhada”, yakni acuan bagi kebenaran dan standar kebaikan bagi umat manusia (A. Yusuf Ali : 58). Pengertian “washathon” dari sejumlah kitab tafsir, mempunyai lebih dari satu konotasi makna. Yang pertama maknanya “tawasuth” yakni moderat. Kedua bermakna “tawazun” yakni seimbang (balance). Ketiga bermakna “khairan” yakni terbaik dan alternative. Keseluruhan tafsir tersebut mengindisikan bahwa dalam islam dan ekonomi islam tidak ada tempat untuk ekstrimitas, kapitalis, maupun sosialis. Ekonomi islam memberikan penghargaan yang tertinggi kepada orang kaya yang mendapatkan dan mengelola hartanya secara benar, tetapi juga sangat peduli untuk memberdayakan kaum miskin.

Kebijakan Politik Ekonomi

Kebijakan politik ekonomi islam tidak pernah segan untuk menindak orang kaya orang kaya yang tidak menunaikan hak-hak social dari hartanya, dan menegur fuqoha atau orang miskin yang malas dan selalu meminta belas kasihan kepada orang lain
Islam memerintahkan kepada manusia untuk bekerja sama dalam segala hal, kecuali dalam perbuatan dosa kepada Allah atau melakukan aniaya kepada sesama makhluk.

Sumber: https://www.dutadakwah.co.id/kumpulan-kultum-ramadhan/