Pengungkapan Nilai Tambah

Pengungkapan Nilai Tambah

Pengungkapan Nilai Tambah
Pengungkapan Nilai Tambah

Nilai tambah didefinisikan sebagai perbedaan antara nilai output perusahaan dan niliai inputnya (bahan baku dan jasa yang didapatkan dari perusahaan-perusahaan lain. Nilai tambah menyerupai laba bersih yang dimaksudkan sebagai ukuran kinerja untuk kelompok stakeholder secara luas.

Pegungkapan nilai tambah harus diturunkan dari:

– Pendapatan penjualan kurang biaya bahan baku dan jasa yang dibeli dari supplier eksternal dan pajak pembelian

– Bagian laba yang dihasilkan atau diterima dari perusahaan-perusahaan asosiasi.

– Laba investasi

– Surplus dari realisasi investasi

– Item-item luar biasa

– Keuntungan dan kerugian pertukaran

Keprihatinan Terhadap Lingkungan

Bencana-bencana saat ini menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan merupakan prioritas global dewasa ini. Dampak atas laba dari masalah lingkungan cukup besar, sehingga investor memiliki kepentingan langsung dalam memonitor praktik-praktik lingkungan dari manajeman, ketaatan dengan regulasi-regulasi lingkungan, dan hal-hal lain seperti kontinjensi. Pengawasan yang memadai akan meminimalisir dampak-dampak buruk terhadap kejutan negative yang berdampak pada nilai saham. Sehingga manajer harus memasukkan factor lingkungan sebagai variable keputusan tambahan dalam masalah-masalah hubungan eksternal.

Tindakan-tindakan yang dilakukan berkaitan dengan pemberian informasi lingkungan:

  1. Meminimalisasi, menghilangkan, mencegah atau membersihkan efek-efek membahayakan dari polusi dan emisi-emisi beracun
  2. Mengembangkan dan menggunakan teknologi yang lebih bersih
  3. Memelihara sumberdaya-sumberdaya yang tidak dapat diperbarui, seperti bahan bakar, fosil dan lapisan ozon
  4. Menciptakan teknologi untuk menggantikan sumberdaya yang tidak dapat diperbarui.
  5. Memelihara, memperbarui, menggantikan, atau mengkonversi sumberdaya yang dapat diperbarui seperti, air, hutan, dan udara bersih.
  6. Mengurangi atau menghilangkan kemungkinan bencana lingkungan
  7. Membersihkan atau meminimalisasi dampak membahayakan dari bencana jika terjadi.
  8. Mendidik dan mendoroang manajemen, karyawan, supplier dan masyarakat mengenal sumber-sumber bahaya lingkungan yang potensial dan untuk mengambil langkah-langkah perlindungan
  9. Melakukan audit lingkungan dan penilaian resiko lingkungan

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/