Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan

Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan

Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan

Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan
Pengertian Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan
Ejaan adalah pelambangan fonem dengan huruf. Sistem ejaan suatu bahasa ditetapkan bagaimana fonem-fonem dalam bahasa yang bersangkutan dilambangkan. Lambang fonem dinamakan huruf, dan susunan huruf disebut abjad. Dalam ejaan dibahas tentang (1) pelambangan fonem dengan huruf, (2) ketetapan bagaimana suatu morfologi dituliskan, (3) ketetapan bagaimana kalimat dan bagian kalimat dengan pemakaian tanda baca.
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (disingkat EYD) diresmikan pemakaiannya pada tahun 1972. Adapun motif lahirnya EYD adalah (1) menyesuaikan ejaan bahasa Indonesia dengan perkembangan bahasa Indonesia, (2) membina ketertiban dalam penulisan huruf dan tanda baca, (3) mulai timbul usaha pembakuan secara menyeluruh, dan (4) mendorong pengembangan bahasa Indonesia.
Adapun hal-hal yang diatur dalam penggunaannya dalam EYD yaitu (1) pemakaian huruf, (2) penulisan huruf, (3) penulisan kata, (4) penulisan unsur serapan, (5) penggunaan tanda baca. Dengan berlakunya EYD, maka ketertiban dan keseragaman dalam penulisan bahasa Indonesia  diharapkan dapat terwujud.

Penulisan Huruf Kapital atau Huruf Besar

Huruf kapital dipakai sebagai :

a. Huruf pertama awal kalimat.

Contoh : Alifha sudah tidur.
                       Pekerjaan orang itu belum selesai.

b. Huruf pertama petikan langsung.

Contoh : Dian bertanya, “Kapan kita pulang?”
                       “Kemarin engkau terlambat, “katanya.

                        Besok pagi, “kata Fuad, “dia akan berangkat”.

c. Huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan dan kitab suci, termasuk kata ganti untuk Tuhan.

Contoh : Tuhan akan menunjukkan jalan yang benar kepada hamba-Nya.

   Bimbinglah hamba-Mu, ke jalan yang engkau rahmati.

Islam, Quran, Alkitab dan sebagainya.

d. Huruf pertama nama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama orang.

Contoh : Haji Agus Salim telah wafat.

Imam Syafii adalah seorang ahli tafsir.

Sultan Hasanuddin adalah pahlawan dari Sulawesi Selatan.

e. Huruf pertama unsur nama jabatan dan pangkat yang diikuti nama orang, atau yang dipakai sebagai pengganti nama orang, instansi, atau tempat maka huruf kapital tidak dipakai.

Contoh : Wakil Presiden Megawati Soekarno Putri.

Gubernur Sulawesi selatan.

Sekretaris Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Akan tetapi apabila tidak diikuti nama orang, instansi, atau tempat maka huruf kapital tidak dipakai.

Contoh : H. Z. B. Palaguna dilantik menjadi gubernur.

Siapakah jenderal yang baru dilantik itu?

f. Huruf pertama nama orang.

Contoh : Hari Susanto Bahtiar adalah seorang siswa teladan.

Fitriawaty Hamka adalah juara lomba karya tulis ilmiah.

NEM tertinggi diraih oleh Muhammad Ilham.

g. Huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa.

Contoh : Bangsa Indonesia bebas dari penjajahan.

Suku Bugis terkenal ulet dalam berusaha.

Selain bahasa Indonesia, kita mempelajari pula bahasa Inggris.

h. Huruf pertama nama bulan, hari, hari raya, dan peristiwa sejarah.

Contoh : Sukirman lahir pada hari Lebaran.

Fajar tidak hadir pada hari Jumat.

Pada bulan Desember nanti Anwar akan ke Jakarta.

i. Huruf pertama nama geografi.

Contoh : Teluk Bone berada di Sulawesi.

IPTEK beralamat di jalan Gunung Bawakaraeng.

Seorang anak tenggelam di Kali Brantas.

Huruf besar tidak dipakai apabila bukan unsur nama diri/geografi.

Contoh : Banyak orang yang berlayar ke teluk.

Andi sedang mandi di kali.

j. Huruf pertama unsur nama negara, lembaga, dan dokumen resmi.

Contoh : Republik Indonesia, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Keputusan Presiden republik Indonesia : Nomor 10, Tahun 1972.

Huruf besar tidak dipakai bila bukan resmi nama diri.

Contoh : Menurut undang-undang yang berlaku, menjadi sebuah republik.

k. Huruf pertama setiap unsur bentuk ulangan sempurna yang terdapat pada nama badan, lembaga pemerintahan, serta dokumen resmi.

Contoh : Perserikatan Bangsa-Bangsa, Undang-Undang Dasar 1945.

l. Huruf pertama unsur singkatan nama gelar, pangkat, dan sapaan,

Contoh : Dr. (doktor), S.S. (sarjana sastra), S.H. (sarjana hukum), Sdr, (saudara).

m. Huruf pertama semua kata di dalam nama buku, majalah, surat kabar, dan judul karangan kecuali seperti di, ke, dari, dan yang, bila terletak pada posisi awal.

Contoh : Riri membeli buku Dari Ave Mari ke Jalan Lain ke Roma.

Bacalah majalah Bahasa dan Sastra.

Nisba berlangganan surat kabar Fajar.

n. Huruf pertama kata yang menunjuk hubungan kekerabatan.

Contoh : Surat Anda belum saya terima.

Apakah Bapak mengetahui orang tua anak ini?

Apabila hubungan kekerabatan yang tidak dipakai sebagai penyapaan, maka huruf besar tidak digunakan.

Contoh : Kita harus menghormati bapak dan ibu.

Semua saudaranya telah meraih gelar sarjana.

o. Huruf pertama kata ganti Anda.

Contoh : Surat Anda sudah saya baca.

Baca juga: