Pembelajaran Koperatif, Ciri Dan Tujuan Serta Prinsip

Pembelajaran Koperatif, Ciri Dan Tujuan Serta Prinsip

Pembelajaran Koperatif, Ciri Dan Tujuan Serta Prinsip

Pembelajaran Koperatif, Ciri Dan Tujuan Serta Prinsip
Pembelajaran Koperatif, Ciri Dan Tujuan Serta Prinsip

Pembelajaran Koperatif dikenal juga dengan istilah Cooperative Learning yaitu sebuah sistim pembelajaran yang mencakup beberapa aspek suatu kelompok kecil siswa sebagai sebuah tim untuk merampungkan sebuah masalah, merampungkan kiprah atau mengerjakan sesuatu untuk mencapai tujuan bersama lainnya. Oleh alasannya ialah itu bukanlah namanya Cooperative Learning kalau siswa duduk bersama dalam kelompok-kelompok kecil dan mempersilahkan salah seorang diantaranya untuk merampungkan pekerjaan seluruh kelompok. Pembelajaran Koperatif sanggup didefenisikan sebagai sistim kerja/belajar kelompok yang terstruktur. Yang termasuk dalam struktur ini ialah lima unsur pokok (Johnson & johnson) yaitu : Saling ketergantungan positis, tanggung tanggapan individual, interaksi personal, keahlian bekerja sama, dan proses kelompok.

A. Ciri-ciri Pembelajaran Kooperatif

Siswa bekerja dalam kelompok secara koperatif untuk merampungkan bahan belajarnya
Kelompok dibuat dari siswa yang mempunyai kemampuan tinggi, sedang dan rendah.
Bilamana mungkin, anggota kelompok berasal dari ras, budaya, suku, jenis kelabuin yang tidak sama-beda.
Penghargaan lebih berorientasi pada kelompok dari pada individu

B. Tujuan Pembelajaran Kooperatif

Hasil berguru akademik , bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik, model ini unggul dalam memmenolong siswa memahami konsep yang susah. Penerimaan terhadap perbedaan individu, yakni penerimaan yang luas terhadap orang yang tidak sama berdasarkan ras, budaya, kelas sosial, kemampuan dan ketidak mampuan.
Pengembangan keterampilan sosial, yaitu bertujuan mengajarkan kepada siswa keterampilan bekerjasama dalam kolaborasi.

Baca Juga: Pengertian Musik Tradisional

C. Prinsip Pembelajaran kooperatif

Menurut Wina Sanjaya : Terdapat empat prinsip dasar pembelajaran kooperatif sebagai diberikut :
1. Perinsip laba positif
Dalam pembelajaran kelompok, keberhasilan suatu penyelesaian kiprah sangat tergantung kepada perjuangan yang dilakukan setiap anggota kelompoknya

2. Tanggung tanggapan perseorangan.
Perinsip ini ialah konsekuensi dari prinsip yang pertama. Karena keberhasilan tergantung pada setiap anggotanya, maka setiap anggota kelompok harus mempunyai tanggung tanggapan sesuai dengan tugasnya

3. Intraksi tatap muka
Pembelajaran kooperatif mempersembahkan ruang dan peluang yang luas kepada setiap anggota kelompok untuk bertatap muka seling mempersembahkan gosip dan membelajarkan.Interaksi tatap muka akan mempersembahkan pengalaman yang berharga kepada setiap anggota kelompok untuk bekerja sama, menghargai setiap perbedaan, memanfaatkan kelebihan masing-masing anggota dan mengisi belum sempurnanya masing-masing.

4. Partisipasi dan komunikasi
Pembelajaran kooperatif melatih siswa untuk sanggup bisa berpartisipasi aktif dalam berkomunikasi.Kemampuan ini sangat penting sebagai bekal mereka dalam kehidupan dimasyarakat kelak, oleh alasannya ialah itu, sebelum melaksanakan pembelajaran, guru perlu membekali siswa dengan kemampuan berkomunikasi.

D. Prosedur Pembelajaran Kooperatif

Prosedur pembelajaran kooperatif pada perinsipnya terdiri atas empat tahap, yaitu :

1. Penjelasan materi
Tahap klarifikasi diartikan sebagai proses penyampaian pokok-pokok bahan pembelajaran sebelum siswa berguru dalam kelompok. Tujuan utamanya dalam tahapan ini ialah pemahaman siswa terhadap pokok bahan pembelajaran. Pada tahap ini guru mempersembahkan citra umum ihwal bahan yang harus dikuasai lalu selanjutnya siswa memperdalam bahan dalam pembelajaran kelompok.

2. Belajar dalam kelompok
Sesudah guru memjelaskan secara umum ihwal pokok-pokok bahan pelajaran, selanjutnya siswa diminta untuk berguru pada kelompoknya masing-masing yang sudah dibuat sebelumnya.

3. Penilaian
Penilaian dalam pembelajaran kooperatif bisa dilakukan dengan test atau kuis, baik secara individual maupun secara kelompok.

4. Pengakuan tim
Pengakuan tim ialah penetapan tim paling menonjol atau tim paling berprestasi untuk lalu didiberikan penghargaan atau hadiah. Pengakuan dan penghargaan ini didiberikan semoga supaya sanggup memotivasi tim untuk terus berprestasi.