Metode Dan Konsep Pembelajaran Kontekstual

Metode Dan Konsep Pembelajaran Kontekstual

Metode Dan Konsep Pembelajaran Kontekstual

Metode Dan Konsep Pembelajaran Kontekstual
Metode Dan Konsep Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran kontekstual ialah konsep mencar ilmu yang sanggup memmenolong guru mengaitkan antara bahan yang diajarkan dengan situasi dunia aktual siswa, dan mendorong siswa membuat kekerabatan antara pengetahuan yang dimiliki deengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Pembelajaran kontekstual yaitu konsep mencar ilmu dimana guru menghadirkan dunia nyatakedalam kelas dan mendorong siswa membuat kekerabatan antara pengetahuan yang dimiliki dengan kehidupan mereka sehari-hari, sementara siswa memperoleh pengetahuan dari konteks yang terbatas, bertahap dan dari proses mengkontruksi sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan problem dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat.

A. Krakteristik Pembelajaran Kontekstual

Melakukan kekerabatan yang bermakna, yakni siswa sanggup mengatur diri sendiri sebagai orang yang mencar ilmu secara aktif dalam membuatkan minatnya secara individual, orang yang sanggup bekerja sendiri atau bekerja dalam kelompok, dan orang yang sanggup mencar ilmu sambil berbuat.

Melakukan kegiatan-kegiatan yang signifikan, yakni siswa sanggup membuat hubungan-hubungan antara sekolah dan banyak sekali konteks yang ada dalam kehidupan aktual sebagai pelaku bisnis dan aebagai anggota masyarakat.
Belajar yang diatur sendiri, yakni siswa melaksanakan pekerjaan yang signifikan ada tujuannya ada urusannya dengan orang lain, ada hubungannya dengan penentuan pilihan, dan ada produknya/ hasilnya yang sifatnya nyata.
Bekerja sama, Siswa sanggup bekerja sama, guru sanggup memmenolong siswa secara efktif dalam kelompok, emmenolong mereka memahami bagaimana mereka saling menghipnotis dan saling berkomunikasi.

Berpikir Kritis dan Kreatif, siswa sanggup memakai tingkat berfikir yang lebih tinggi secara kritis dan kreatif, sanggup menganalisis, membuat sintesis, memecahkan masalah, membuat keputusan dan memakai logika dan bukti-bukti.
Mengasuh atau memelihara eksklusif siswa, Siswa memelihara pribadinya : mengetahui, memdiberi perhatian, memiki harapan-harapan yang tinggi, memotivasi dan memperkuat diri sendiri alasannya siswa tidak sanggup berhasil tanpa menolongan orang dewasa, siswa menghormati kawannya dan juga orang dewasa.

Mencapai standar yang tinggi, Siswa mengenal dan mrncapai standar yang tinggi : mengidentifikasi tujuan dan motivasi siswa untuk mencapainya. Guru menawarkan kepada siswa cara mencapai apa yang disebut “exellence”
Menggunakan evaluasi autentik, Siswa memakai pengetahuan akademis dan konteks dunia aktual untuk tujuan yang bermakna.

B. Komponen Pembelajaran Kontekstual

Dalam pembelajaran kontekstual ada tujuh komponen pokok yang harus dikembangkan oleh guru yaitu :
Kontruktivisme Kontruktivisme yaitu proses membangun atau menyusun pengetahuan gres dalam struktur kognitif siswa menurut pengalaman yakni siswa didorong untuk bisa mengkontruksi pengetahuan sendiri melalui pengalaman nyata.
Inquiry, Inquiry artinya, proses pembelajaran didasarkan pada pencarian dan inovasi melalui proses berfikir sistimatis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. melaluiataubersamaini demikian dalam proses perencanaan, guru bukanlah mempersiapkan sejumlah bahan yang harus dihafal, akan tetapi merancang pembelajaran yang memungkinkan siswa sanggup menemukan bahan yang sanggup dipahami. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam inquiry ini yaitu : Merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, mengumpulkan data, menguji hipotesis menurut data yang ditemukan dan membuat kesimpulan.
Bertanya (questioning) Belajar pada hakekatnya yaitu bertanya dan menjawaban pertanyaan. Bertanya sanggup dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu, sedangkan menjawaban pertanyaan mmencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir. Dalam suatu pembelajaran yang produktif, kegiatan bertanya akan sangat berguns untuk Menggali gosip wacana kemampuan siswa dalam penguasaan bahan pembelajaran, membangkitkan motifasi untuk belajar, merangsang keingintahuan siswa terhadap sesuatu, menseriuskan siswapada sesuatu yang diinginkan dan membimbing siswa untuk menemukan atau mengumpulkan sesuatu.

Masyarakat mencar ilmu (learning community) Konsep masyarakat mencar ilmu dalam CTL menyarankan semoga hasil pembelajaran diperoleh melalui kerjasama dengan orang lain (kelompok belajar, sharing). Dalam kelas CTL, penerapan asas masyarakat mencar ilmu sanggup dilakukan dengan menerapkan pembelajaran melalui kelompok belajar. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok yang anggotanya bersifat heterogen, baik dilihat darikemampuan dan kecepatan belajarnya maupun dilihat dari minatnya. Biarkan dalam kelompoknya mereka saling membelajarkan dan juga menhadirkan dan mengundang orang-orang yang dianggap mempunyai keahlian khusus untuk membelajarkan siswa. Setiap orang biasa sering terlibat, biasa saling membelajarkan, bertukar informasi, dan bertukar pengalaman.

Pemodelan (Modeling), yaitu proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai teladan yang sanggup ditiru oleh siswa. Refleksi (Reflection), Adalah proses pengendapan pengalaman yang sudah dipelajari yang dilakukan dengan cara mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau insiden pembelajaran yang sudah dilaluinya. Melalui refleksi pengalaman mencar ilmu itu akan dimasukkan dalam struktur kognitif siswa yang pada jadinya akan menjadi bab pengetahuan yang dimilikinya.
Penilaian nyata, Adalah proses yang dilakukan guru untuk mengumpulkan gosip wacana perkembangan mencar ilmu yang dilakukan siswa. Penilaian ini dilakukan secara terus menerus selama kegiatan pembelajaran berlansung.

Baca Juga: