Mahasiswa ITS Rancang CGMS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

Mahasiswa ITS Rancang CGMS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

Mahasiswa ITS Rancang CGMS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

Mahasiswa ITS Rancang CGMS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer
Mahasiswa ITS Rancang CGMS, Solusi Masalah Penimbangan Kontainer

Guna membantu memajukan kemaritiman di Indonesia, mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(ITS) kembali menciptakan karya inovatif di bidang maritim. Berfokus pada masalah perhitungan muatan kapal, tiga mahasiswa ITS berhasil membuat inovasi alat timbang berupa Container Gross Mass Sensor (CGMS) guna mendapatkan data berat isi kontainer yang valid.

Mereka adalah Wahyu Nur Hidayatun Nisa, Agung Purwandoko dan Bustomi yang berhasil

menciptakan alat hitung beban otomatis tersebut. Wahyu selaku ketua tim mengatakan, konsep CGMS ini memadukan antara kontainer dan alat timbang. Inovasi tersebut muncul karena maraknya kasus ketidaksesuaian data berat kontainer yang tertera dalam manifes (surat muatan) dengan berat sebenarnya. “Kesalahan seperti ini dapat mempengaruhi stabilitas kapal yang dapat mengakibatkan kecelakaan,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, tidak konstannya hasil timbangan kontainer sendiri bisa disebabkan oleh dua hal

, yaitu proses penimbangan oleh pihak pelabuhan ataupun kecurangan yang dilakukan oleh pemilik barang. Saat ini, proses penimbangan kontainer masih menggunakan jembatan timbang sehingga hasilnya cenderung tidak akurat. “Karena yang terukur adalah bukan hanya muatan dalam kontainer tetapi termasuk berat truk dan beban lain,” ujar mahasiswi asal Blitar ini.

 

Baca Juga :