Kurikulum bahasa daerah gabung dengan seni dan budaya

Kurikulum bahasa daerah gabung dengan seni dan budaya

Kurikulum bahasa daerah gabung dengan seni dan budaya

Kurikulum bahasa daerah gabung dengan seni dan budaya
Kurikulum bahasa daerah gabung dengan seni dan budaya

 

 

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)

kembali menegaskan, bahasa daerah tetap masuk di kurikulum 2013 dan tidak akan dihilangkan. Tetapi, digabungkan dengan kurikulum seni dan budaya.

Bahkan menurut Mendikbud Mohammad Nuh, bahasa daerah tetap ada bahkan akan ditambah dengan objek pembelajaran lain seperti fenomena alam, fenomena sosial dan seni budaya.

“Bahasa daerah tetap diajarkan, karena kita sudah sepakat bahwa objek

pembelajaran dalam kurikulum baru nanti ialah fenomena alam, fenomena sosial, dan seni budaya,” jelas Nuh usai mengikuti Rakernas IKA UII di Bidakara, Pancoran, Jakarta Selatan, Minggu (13/1/2013).

Karena itu, dirinya meminta, agar masyarakat maupun akademisi di daerah untuk tidak khawatir mengenai wacana penghapusan bahasa daerah dari kurikulum pada tahun ini.

“Oleh karena itu, tidak usah khawatir kalau bahas daerah tidak kita ajarkan

. Itu (bahasa daerah) sudah kita alokasikan dalam plot yang namanya seni dan budaya itu,” terangnya.

Terakhir dirinya juga menjelaskan, Kemendikbud akan bekerja sama dengan dinas pendidikan di daerah untuk membahas kurikulum seni dan budaya pada sekolah di wilayah tersebut.

“Bisa kita tambahkan (dinas pendidikan daerah) di situ ada bahasa daerah,” pungkasnya.

 

Sumber :

http://sitialfiah.blogs.uny.ac.id/ciri-ciri-tumbuhan-paku/