KONI Payakumbuh Berguru ke Kota Bogor

KONI Payakumbuh Berguru ke Kota Bogor

KONI Payakumbuh Berguru ke Kota Bogor

KONI Payakumbuh Berguru ke Kota Bogor

Kesuksesan Komite Olahraga Nasional Indonesia

Kesuksesan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor meraih prestasi di tingkat daerah hingga internasional serta keberhasilan dalam menjaga atlet dan pelatih berprestasi dengan memberikan insentif, membuat KONI Kota Payakumbuh, Sumatera Barat berguru ke organisasi yang dinahkodai Benninu Argoebie, Kamis (28/09/2017).

KONI Kota Bogor

“Kami ingin mempelajari bagaimana KONI Kota Bogor memberikan ‘suplemen’ terhadap atlet dan pelatih berprestasi. Sebab hal itu sangat menarik bagi kami untuk diterapkan di Payakumbuh,” ujar Wakil Ketua Umum KONI Kota Payakumbuh, John Rizal.

Menurut dia, untuk meningkatkan prestasi Kota Payakumbuh, KONI harus belajar ke daerah lain seperti ke Kota Bogor. “Untuk mengikat atlet itu diperlukan strategi-strategi khusus seperti mensejahterakan atlet dan pelatih,” ungkap John.

Selain itu, sambung John

Kedatangannya juga untuk mempelajari bagaimana cara KONI Kota Bogor meningkatkan prestasi atletnya, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Untuk itulah kami datang ke Kota Bogor,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Bogor

Benninu Argoebie mengaku bangga ketika mendengar alasan KONI Payakumbuh ke Kota Hujan adalah untuk mempelajari keberhasilan pembinaan prestasi. “Artinya prestasi atlet-atlet kami terdengar hingga ke Sumatera,” katanya.

Benn sapaan akrabnya mengatakan

Dalam kesempatan tersebut KONI Payakumbuh juga belajar cara mengelola organisasi dan transparansi keuangan. “Pengelolaan keuangan yang transparan adalah salah satu faktor kesuksesan dalam pembinaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata dia, permasalahan kenyamanan atlet merupakan problem yang kerap dihadapi seluruh KONI, dan untuk menuntaskan masalah tersebut dibutuhkan strategi khusus. “Sesuai dengan visi KONI Kota Bogor, yakni sukses prestasi, sejahtera atlet dan pelatih, makanya kami naikan insentif 100 persen bagi mereka. Terkadang banyak KONI yang sukses pretasi, namun lupa soal kesejahteraan atlet,” pungkasnya.

Sumber : https://pakdosen.co.id/