Kenali Jenis Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Awas ‘Jebakan Batman’

Kenali Jenis Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Awas ‘Jebakan Batman’

Kenali Jenis Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Awas ‘Jebakan Batman’

Kenali Jenis Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Awas ‘Jebakan Batman’
Kenali Jenis Beasiswa Kuliah di Luar Negeri, Awas ‘Jebakan Batman’

Melanjutkan pendidikan tinggi semakin mudah seiring dengan perkembangan zaman

. Era digital bahkan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin sekolah hingga ke luar negeri, termasuk melalui beasiswa.

Secretary-General Indonesian Scholarship Network (ISN) Agung Adhityawarman menjabarkan, beasiswa kuliah memiliki berbagai macam jenis. Berdasarkan jenjang studi, antara lain program D3, S1, S2, dan S3.

Selain itu, ada juga beasiswa short course dan pertukaran pelajar. Menurutnya, saat ini program beasiswa yang tengah digemari serta menjadi tren di kalangan mahasiswa dan dosen adalah beasiswa profesor.

“Beasiswa bukan dari lembaga, bukan dari universitas, tapi dari porfesor

di universitasnya (di luar negeri). Ini lagi tren saat ini,” ujar Adhit saat dihubungi JawaPos.com, Minggu (6/1).

Cukup mudah untuk mendapat beasiswa dari profesor. Calon penerima beasiswa yang memiliki relasi dengan profesor di suatu kampus luar negeri juga bisa melakukan pendaftaran sendiri.

“Jadi banyak teman-teman mahasiswa, dosen mau cari beasiswa tinggal chatting doang deh. Cari profesor yang dikenal di universitas luar negeri, sudah tinggal chat atau by email, ‘ada beasiswa nggak prof’. Kita tinggal rayu profesornya untuk dapatin beasiswanya,” tutur dia.

Di samping itu, ada pula beasiswa berdasarkan pembiayaannya, seperti fully funded

atau dibiayai sepenuhnya dan parsial funded, atau separuhnya. Adhit menjelaskan, keduanya banyak ditemukan di negara-negara Eropa.

“Biasanya profesor nego, ‘oke biaya kuliah kamu saya tanggung, tapi kamu paling keluar uang buat keberangkatan’. Kalau full ditanggung kan semua tiket pesawat, tempat tinggal, biaya kuliah, biaya hidup ditanggung. Semua di-cover. Kalau parsial milih, nggak semuanya (ditanggung pemberi beasiswa),” paparnya.

Meski demikian, dalam memilih beasiswa, masyarakat harus berhati-hati dengan kemungkinan kecurangan yang terjadi. Misalnya, penawaran potongan harga biaya kuliah yang tidak sesuai sehingga mahasiswa masih harus mengeluarkan banyak uang.

“Banyak janji-janji universitas luar negeri, beasiswanya cuma kortingan biaya kuliahnya. Misalnya setahun kuliahnya itu USD 8.000, dikortingnya USD 1.000, tetap saja harus bayar USD 7.000 kan. Banyak kasus penipuan atau ‘jebakan batman’ ya saya bilang, di Indonesia. Baik itu dari agency ataupun universitas,” tutur dia.

 

Baca Juga :