Kekurangan Jumlah Sekolah Negeri

Kekurangan Jumlah Sekolah Negeri

Kekurangan Jumlah Sekolah Negeri

Kekurangan Jumlah Sekolah Negeri
Kekurangan Jumlah Sekolah Negeri

Jumlah SMA dan SMP di Kota Bogor masih kurang. Dinas Pendi­dikan (Disdik)

Kota Bogor menyebut jumlah kedua jen­jang pendidikan itu tidak sebanding dengan jumlah siswa yang mendaftar di Pe­nerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019.

Kepala Disdik Kota Bogor Fahrudin mengatakan, saat ini jumlah SMA negeri di Kota Bogor hanya sepuluh lokal, tidak sebanding dengan jumlah calon siswa asal Kota Bogor yang ingin ke sekolah negeri. “Sebagian besar me­reka tidak diterima,” katanya.

Dia mengatakan, kurangnya SMA Negeri sehingga saat memasuki ajaran baru minat

calon siswa yang mendaftar ke sekolah negeri setiap ta­hunnya membeludak bahkan bertambah banyak. ”Rata-rata calon siswa didik yang mendaftar setiap tahun ke sekolah negeri bisa mencapai 5.000 hingga 7.000 siswa,” kata dia.

Sementara dari 10 SMA Ne­geri yang ada di Kota Bogor kuota masing-masing setiap sekolah hanya dapat mene­rima hanya sebanyak enam kelas. ”Setiap sekolah negeri tiap angkatan tahun ajaran baru hanya menyediakan enam kelas dan setiap kelas­nya hanya menampung seki­tar 36 orang siswa,” katanya.

Kurangnya jumlah sekolah negeri di Kota Bogor terutama untuk jenjang SMA,

menjadi masalah sendiri pada saat penerumaan siswa baru tiap tahunya akan diserbu calon siswa. ”Akan tetapi semua siswa yang tidak masuk ke sekolah negeri masih dapat tertampung di sekolah swas­ta yang jumlahnya cukup banyak,” ujarnya.

Fahrudin menambahkan sejatinya sekolah tingkat SMA Negeri di Kota Bogor jumlah­nya bisa ditambah yang saat ini berjumlah 10 SMA men­jadi 20 SMA Negeri. ”Minimal jumlah SMA negeri di kota Bogor ada 20-an sehingga daya tampungnya bertambah ba­nyak, sementara jumlah se­kolah swasta di kota Bogor untuk SMA berjumlah 40 sekolah,” katanya.

 

Baca Juga :