JELANG PENGUMUMAN PPDB SMP, JALUR ABK TIDAK TERISI

JELANG PENGUMUMAN PPDB SMP, JALUR ABK TIDAK TERISI

JELANG PENGUMUMAN PPDB SMP, JALUR ABK TIDAK TERISI

JELANG PENGUMUMAN PPDB SMP, JALUR ABK TIDAK TERISI
JELANG PENGUMUMAN PPDB SMP, JALUR ABK TIDAK TERISI

Jelang pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru(PPDB) Online SMA/SMK,

sejumlah orang tua siswa mulai mempertanyakan kuota khusus jalur kepindahan tugas orang tua dan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Sesuai aturan, jalur kepindahan tugas ditetapkan sebesar 5 persen, sedangkan ABK dipatok 1 persen. Namun meski telah memiliki kuota, nyatanya jalur itu justru tidak terisi. Hal itu pula yang jadi pertanyaan sejumlah wali murid.

Seperti yang terjadi di SMA Negeri 2 Kota Bogor. Sesuai jadwal, pendaftaran akhir PPDB Online SMA Negeri 2

Kota Bogor sampai penutupan pendaftaran terverifikasi sebanyak 666 pendaftar.

Dari pendaftaran tersebut, tercatat sebanyak 476 pendaftar melalui jalur zonasi, 118 pendaftar melalui jalur zo­nasi kombinasi, 30 pendaftar melalui jalur Keterangan Ekonomi Tidak Mam­pu (KETM), jalur ABK tidak ada pendaf­tar, jalur prestasi NHUN sebanyak 15 pendaftar, jalur prestasi sebanyak 23 pendaftar dan jalur perpindahan orang tua sebanyak empat pendaftar. “Pendaf­tar yang terverifikasi memang jumlah­nya hanya 666, tetapi jumlah pendaftar yang mengambil nomor antrian jum­lahnya mencapai 702 pendaftar,” ungkap Panitia PPDB SMAN 2 Bogor Wawan.

Dari jumlah tersebut, lanjut Wawan, pihaknya hanya menerima pendaftar yang melalui jalur perpindahan

tugas orang tua sejumlah empat orang dari kuota sebanyak 16 orang.

“Sampai pendaftaran ditutup tidak satu orang pun yang mendaftar melalui jalur ABK,” kata Wawan.

Dengan demikian, tegas Wawan, ada kuota yang tidak terpenuhi yakni kuota jalur perpindahan tugas orang tua siswa dengan kuotanya ABK.

“Untuk kuota yang tidak terpenuhi, nanti keputusannya bagaimana hasil rapat para kepala sekolah, apakah akan dikosongkan atau diisi dengan jalur lain misalnya tambahan jalur prestasi mis­alnya,” ujar Wawan.

“Kasihankan yang daftar melalui jalur prestasi, mereka harus tersingkir ka­rena kuotanya terbatas hanya delapan orang. Kan kalau ditambahkan dengan kuota yang tidak terpenuhi bisa saja ditambahkan dengan kuota jalur pre­stasi, sebagaimana rencana kemendik­bud mengenai penambahan kuota Japres,” tegasnya.

 

Sumber :

https://www.surveymonkey.com/r/3R25WYF