IGI Cium Konspirasi dalam Kasus Pemukulan Guru

IGI Cium Konspirasi dalam Kasus Pemukulan Guru

IGI Cium Konspirasi dalam Kasus Pemukulan Guru

IGI Cium Konspirasi dalam Kasus Pemukulan Guru
IGI Cium Konspirasi dalam Kasus Pemukulan Guru

Dunia pendidikan kita kembali dihebohkan dengan kasus pemukulan terhadap Dasrul,

guru SMKN 2 Makasar oleh Adnan Akhmad. Pelaku pemukulan diketahui sebagai orang tua siswa bernama Alif. Kasus inipun tak kunjung usai, bahkan kian memanas. Dasrul kini juga dilaporkan ke polisi oleh Adnan dengan tuduhan melakukan penganiayaan terhadap Alif.

Terhadap kasus ini, Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyebut adanya konspirasi yang dilakukan oleh Adnan untuk menekan Dasrul. “Kami mencium upaya dan konspirasi kawan-kawan Adnan Achmad dari berbagai LSM untuk menekan Guru Dasrul agar mau berdamai,” ujar Ketua umum IGI, Muhammad Ramli Rahim dalam keterangan pers yang diterima Edupost.id.

 

Dikatakan Ramli, usai melaporkan Dasrul ke polisi, Adnan menekan

dan membangun wacana bahwa peristiwa ini peristiwa biasa dan seharusnya gurulah yang salah. Selanjutnya, menurut Ramli, Adnan berusaha memaksa Dasrul untuk menerima damai dari pada mengikuti proses hukum yang mungkin melelahkan.

“Sekarang, kita semua yang pernah merasakan dan menikmati apa yang diajarkan guru tak boleh tinggal diam, bukan hanya IGI, PGRI, Dinas Pendidikan, dan seterusnya harus mengawal kasus ini hingga memastikan mereka yang melukai guru dan berniat mencederai guru mendapatkan efek jera,” tegasnya.

Ramli menambahkan, payung hukum perlindungan guru di negeri ini

sebenarnya sudah angat jelas. Ini tercantum dalam UU No. 14 tahun 2005 pasal 39 dan PP No.74 tahun 2008 pasal 40, 41 dan 42. Jika pelaku tak mendapatkan efek jera maka Pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, dan Pemerintah Daerah, dalam hal ini Walikota Makassar, harus mundur dari jabatannya karena gagal memberikan perlindungan terhadap guru baik keselamatan, profesi maupun perlindungan hukum.

 

Sumber :

https://appliedanimalbehaviour.com/