Fenomena Saweran Dalam Musik Dangdut

Fenomena Saweran Dalam Musik Dangdut

Fenomena Saweran Dalam Musik Dangdut

Fenomena Saweran Dalam Musik Dangdut
Fenomena Saweran Dalam Musik Dangdut

Kesenian itu sendiri merupakan

hasil dari rasa dan cipta manusia yang memiliki estetika, bahkan terkadang seni bisa mengubah identitas manusia dan membuat perubahan-perubahan yang sangat besar dalam suatu peradaban manusia. Suatu kesenian merupakan bagian dari kebudayaan oleh karena itu manusia yang berkesenian tentu saja manusia yang berbudaya.
budaya yang sangat identik dengan dangdut yaitu “saweran”.

Saweran berasal dari bahasa Sunda yaitu “sawer” yang artinya melempar uang biasanya dilakukan pada saat upacara kebesaran tradisional seperti, sunatan, kawinan dan sebagainya. Saweran atau biasanya kita tahu melempar uang pada saat ada pagelaran acara tradisional.
Di dalam musik dangdut sawer dilakukan oleh para penonton atau pengunjung acara musik tersebut. Saweran dalam musik dangdut cukup unik karena untuk jenis musik yang lain tidak ada saweran atau uang tip untuk para penyanyi atau biduan di panggung.

 

Sebenarnya saweran itu sudah merupakan

suatu pelanggaran dari estetika kesenian, karena dengan saweran di dalam musik dangdut dapat terjadi perubahan dari keaslian musik dangdut itu sendiri, dengan mengganti lirik lagu dangdut dengan lirik yang dibuat sendiri oleh biduannya itu dan biasanya lagu dangdut itu sudah jauh dari keaslianya kalau sudah menghadapi para penyawer.
Tapi disatu pihak saweran tersebut sangat berarti bagi kelangsungan hidup grup-grup musik dangdut. Karena grup-grup musik dangdut papan bawah yang bayarannya per grup masih jauh di bawah standar tentu memerlukan tambahan karena itu saweran disini sangatlah diperlukan walaupun saweran itu merusak dari keindahan suatu kesenian musik itu. Untuk grup-grup musik dangdut papan atas dan penyanyi dangdut papan atas, saweran memang tidak diperlukan untuk mereka karena biasanya bayaran per grup mereka sudah melebihi standar hidup mereka. Karena itulah saweran diperlukan oleh pemusik dan penyanyi sebagai tambahan penghasilan mereka.
Dari sudut etika benar atau salah saweran itu sudah melanggar suatu etika kesenian karena kesenian itu harus benar-benar murni tanpa ada tambahan apapun.

Dari sudut estetika sebenarnya saweran itu sudah merubah suatu keindahan seni

itu dimana keindahannya sudah keluar dari jalur yang ditetapkan oleh perasaan bahwa seni bisa dilihat keindahannya. Dapat disimpulkan bahwa suatu estetika seni bersifat relatif tergantung dari sudut mana si penikmat seni tersebut melihatnya.

Tradisi saweran khas jawa barat, yaitu suatu ritual adat yang merupakan tradisi turun menurun sejak nenek moyang. Biasanya ritual saweran ini dilakukan pada prosesi pernikahan khas sunda, pada prosesi saweran ini dilakukan dengan membacakan berbagai ritual – ritual untuk kedua mempelai supaya dapat mengarungi bahtera rumah tangga dengan baik.

Kemudian kedua mempelai pria dan wanita tersebut didudukkan

bersama sambil diiringi dengan petuah – petuah dan ditutupi dengan payung, lalu kemudian kedua mempelai itu akan melempar uang koin, permen, dengan beras dan barang lainnya yang sudah disediakan didalam wadah kepada seluruh hadirin tamu. Acara saweran dilakukan tidak hanya sebagai tradisi tetapi juga untuk mensyukuri atas semua rejeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita.

Baca Juga :