Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perkembangan

Berikut ini adalah faktor yang mempengaruhi perkembangan antara lain:

Kecerdasan

Athur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan. Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dan kecerdasan. Menurutnya, IQ yang diukur dengan tes kecerdasan yang baku merupakan indikator kecerdasan yang baik. Ia mengemukakan lagi pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80%. Kecerdasan memang dipengaruhi oleh keturunan tetapi banyak ahli perkembangan menyatakan bahwa itu berkisar sekitar 50%.

Temperamen

Temperamen adalah gaya prilaku karakteristik individu dalam merespons. Menurut Thomas & Chess (1991), ada tiga tipe dasar temperamen yaitu mudah, sulit, dan lambat untuk dibangkitkan.

  1. Anak yang mudah umumnya punya suasana hati yang positif dan dapat dengan cepat membentuk kebiasaan yang teratur, serta dengan mudah pula menyesuaikan diri dengan pengalaman baru.
  2. Anak yang sulit cenderung untuk bereaksi secara negatif serta sering menangis dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru.
  3. Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah, kadang-kadang negatif dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau pengalaman baru.

Orang tua yang luwes dapat memberikan pengaruh yang menenangkan pada anak yang sulit atau tetap menunjukkan kasih sayang walau anak menjauh atau keras kepala. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keturunan mempengaruhi temperamen yang tergantung pada respons orang tua terhadap anak-anaknya dengan pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalam lingkungan.

Interaksi keturunan lingkungan dan perkembangan

Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. Kita ketahui pula bahwa dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan kecerdasan secara individual dengan variasi yang kecil pada kepribadian dan minat. Slah satu alasan terjadinya hal itu adalah karena keluarga mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi.

Prinsip atau Hukum Perkembangan

Hukum Cephalocoudal

Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki. Hal ini sudah terlihat pada pertumbuhan pranatal, yaitu pada janin. Seorang bayi yang baru dilahirkan mempunyai bagian-bagian dan alat-alat pada kepala yang lebih “matang” dari pada bagian tubuh lainnya.

Hukum Proximodistal

Ini merupakan hukum yang berlaku pada pertumbuhan fisik, dan menurut hukum ini pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat seperti jantung, hati, dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi.

Perkembangan terjadi dari Umum ke Khusus

Pada setiap aspek terjadi proses perkembangan yang dimulai dari hal-hal yang umum, kemudian secara sedikit demi sedikit meningkat ke hal-hal yang khusus. Anak akan lebih mampu menggerakkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum ia bisa mempergunakan kedua tungkainya untuk menyangga batang tubuhnya, melangkahkan kaki dan berjalan.

Perkembangan berlangsung dalam tahapan-tahapan perkembangan

Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri perkembangan yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada suatu masa perkembangan dengan ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang lain. Jadi, bila seseorang telah mencapai suatu tahap dalam perkembangannya, maka mungkin saja masih memperlihatkan ciri-ciri masa perkembangan yang terdahulu, hanya saja dalam jumlah yang kecil. Ada aspek-aspek tertentu yang tidak berkembang dan tidak meningkat lagi, yang hal ini disebut fiksasi.

Hukum Tempo dan Ritme Perkembangan

Cepat lambatnya suatu masa perkembangan dilalui, menjadi ciri yang menetap sepanjang hidupnya, bilamana tidak ada hal-hal yang mempengaruhi proses perkembangan secara hebat. Ritme atau irama perkembangan akan semakin jelas tampak pada saat kematangan fungsi-fungsi. Pada saat itu terlihat adanya selingan antara cepat dan lambatnya perkembangan, yang bersifat konstan. Inilah yang disebut dengan irama perkembangan.

Sumber : https://www.seputarpengetahuan.co.id/2015/03/18-pengertian-kewirausahaan-menurut-para-ahli.html