Debat Keterbukaan Informasi Publik

Debat Keterbukaan Informasi Publik

Debat Keterbukaan Informasi Publik

Debat Keterbukaan Informasi Publik

Grand Final Lomba Debat

Saat menghadiri acara Grand Final Lomba Debat tentang Keterbukaan Informasi Publik antar Mahasiswa Se-Indonesia Tahun 2017 di International IPB Convention Centre (Botani Square, Jalan Pajajaran Kota Bogor,

Grand Final Lomba Debat

Kamis (28/09/2017).  Wali Kota Bogor Bima Arya menjelaskan konsep Smart City yang telah diaplikasikan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam melayani warga. “ Smart City bukan sekedar CCTV, tapi untuk efisiensi, partisipasi dan transparansi. Warga Kota Bogor berhak tahu kota ini bergerak kemana,” ujar Bima.

Bima menuturkan hal utama yang ia lakukan pertama kali menjadi Wali Kota adalah membangun sistem. Hal ini berangkat dari banyaknya laporan dan keluhan warga Kota Bogor kepada dirinya.

Menurutnya keterbukaan informasi publik yang dijalankan Kota Bogor didapat saat dirinya berkuliah diluar negeri yang mengekspose Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dipusat keramaian publik.

Jadi tidak perlu datang ke instansi untuk memperoleh data

Warga bisa mengetahui nantinya 5-10 tahun lagi dititik dia berada akan dibangun apa. Perencanaan kota saling menyesuaikan perencanaan keluarga maupun pribadi. Ini berjalan karena adanya keterbukaan informasi publik yang telah dipahami oleh semua stake holder,” tutur Bima.

Untuk lebih menampung informasi maupun laporan dari warga, Bima secara tegas memerintahkan semua OPD Kota Bogor untuk memiliki juru bicara digital yang dilengkapi dengan Surat Keputusan (SK) Wali Kota.

Kepala Dinas

Camat dan Lurah wajib memiliki akun media sosial (medsos). Bagi kami penting untuk mengelola informasi, disisi lain ada hal lain berupa kecenderungan akses informasi jadi sumber kemungkinan untuk mendapat keuntungan finansial. Satu hal yang saya terus pelajari adalah memiliki sense of balancing terhadap informasi yang dimiliki,” ujarnya sambil berharap agar mahasiswa mampu menjadi moral force dan kekuatan penyeimbang ditengah derasnya arus informasi.

Diakhir sambutan Bima menyampaikan sebagai pengemban amanah warga Kota Bogor merasa berkepentingan menyebar informasi dengan baik dan seimbang sehingga nantinya warga tahu apa yang sudah, apa yang akan dan apa yang belum  dilakukan pemerintah. Semakin makin banyak sosok ataupun kekuatan yang berusaha untuk menjaga kejernihan informasi dan jalur-jalurnya maka semakin baik.

Grand Final Lomba Debat

Grand Final Lomba Debat tentang Keterbukaan Informasi Publik antar Mahasiswa Se-Indonesia Tahun 2017 mempertemukan mahasiswa UIN Walisongo Semarang dan UGM Yogyakarta.

Secara keseluruhan ada 16 perguruan tinggi se-Indonesia yang ikut ambil bagian dalam Lomba Debat Mahasiswa Ke-2 Tahun 2017. Diantaranya Universitas Teuku Umar Aceh, Universitas Pattimura Ambon, Universitas Jember, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, UIN Jakarta, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Universitas Lampung, Universitas Negeri Medan dan Universitas Bengkulu.

 

Artikel terkait :