Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat

Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat

Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat

Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat
Cara Mengendalikan Nafsu Syahwat

Ketahuilah bahwa kenikmatan bersetubuh itu menguasai itu mempunyai dua mamfaat : pertama, untuk mengetahui kenikmatannya. Dari kenikmati bersetubuh, kenikmatan alam abadi sanggup diperkirakan, alasannya yaitu kenikmatan alam abadi itu lebih dahsyat dari pada fisik. sepertiyang halnya siksa neraka juga lebih pedih dari pada derita fisik. Kedua , untuk meneruskan keturunan. Namun selain kedua mamfaat ini, ada pula imbas burukdari harapan seksual yang sanggup merusak agama dan urusan dunia kalau harapan tersebut tidak dikontrol, ditekan dan tidak dilakukakan secara wajar
Nabi SAW pernah bersabda: “ Ya Allah, saya berlindung kepadaMu dari kejahatan pendengaran, penglihatanku, hatiku,dan maniku”. Beliau juga bersabda :” Perempuan yaitu tali-tali setan”. Seandainya bukan lantaran nafsu syahwat, maka tidak akan menyerupai itu.

Dalam suatu diriwayat diceritakan: ketika Nabi Musa sedang duduk diperaduannya, tiba-tiba iblis hadir dengan menggunakan jubah panjang bertutup kepala yang dihiasi dengan aneka macam macam warna. Ketika iblis sudsh mendekati lalu ia mencopot jubahnya, dan berkata, “semoga keselamatan tercurah padamu” Nabi Musa pun berkata : “Siapa engkau?” Iblis menjawaban,”Aku Iblis. Nabi Musa pun berkata; “semoga Allah tidak memdiberimu umur yang panjang, apa yang menciptakanmu hadir kemari ? iblis menjawaban,”aku hadir kesini untuk mengucapkan selamat kepadamu atas posisimu disisi Allah. Nabi Musa bertanya,” Lalu untuk apa jubah yang engkau kenakan itu ?. iblis menjawaban,”dengan jubah ini saya bisa mencuri hati manusia”. Nabi Musa bertanya, :Perbuatan apa yang dilakukan insan sehingga engkau sanggup menguasainya?”Iblis menjawaban,” Apabila ia kagum pada dirinya sendiri dan memperbanyak amalnya namun melupakan dosa-dosanya. Wahai Musa….Aku ingin memperingatkannmu tiga hal :

– Pertama

tidakbolehlah pernah engkau menyendiri dengan perempuan yang bukan muhrimmu, alasannya yaitu ketika seorang pria menyendiri dengan seorang perempuan, maka akulah yang menemaninya hingga saya bisa menyesatkannya..

Baca Juga: Rukun Islam

– Kedua

tidak bolehlah engkau membuat perjanjian sama Allah, kecuali kalau engkau bisa melaksanakannya.

– Ketiga

tidak bolehlah engkau berniat berinfak kecuali engkau bisa menunaikannya, Sebab selama seseorang ingin berinfak namum belum menunaikannya, maka akulah yang menemaninya hingga saya bisa menghalanginya untuk bersedekah, “lalu iblis berkata lagi”Aduh celaka, Musa sudah mengetahui rencanaku untuk menipu manusia.”

Hal paling butuk pada orang yang bersyahwat, yaitu dikala ia spesialuntuk ingin mengumbar hawa nafsunya ditempat khusus. Sifat menyerupai ini melebihi sifat hewan dan masuk kategori sifat tersela. Begitu pula dengan sifat berlebih-lebihan dalam menunaikan syahwat, yaitu pada dikala syahwat menguasai seseorang hingga pada batas nalar tidak sanggup mengontrolnya. Namun ketiadaan nafsu secara totaljuga tercela. melaluiataubersamaini demikian sebaik-baik perkara yaitu yang tengah-tengah, dalam artian nafsunya tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu lemah. Lalu dikala gejolak nafsu sudah melampaui batas, maka sanggup dikurangi dengan rasa lapar atau berkeluarga.

Rasulullah SAW bersabda : “Wahai para pemuda, barang siapa yang bisa berkeluarga (dengan aneka macam tanggung balasan member nafkah lahir batin) maka berkeluargalah. Sedangkan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia berpuasa, lantaran puasa itu menjadi perisai baginya”.