Cara Mempelajari Filsafat

Cara Mempelajari Filsafat

Cara Mempelajari Filsafat

Cara Mempelajari Filsafat
Cara Mempelajari Filsafat

Arti Filsafat

Banyak orang berangapan bahwa filsafat sukar dan susah untuk dipelajari. Pelajaran tentang Filsafat banyak kita jumpai di berbagai Universitas. Yang materinya susah untuk di baca dan sukar untuk di mengerti, namun susah dan sulitnya itu masih dapat kita dipelajari, banyak faidah mempelajari filsafat diantaranya : agar terlatih berfikir serius, agar mampu memepelajari filsafat agar mungkin menjadi filosof. Filsafat berasal dari seorang ilmuwan yang terkenal yaitu Thales, ia mengatakan bahwa “segala sesuatu itu terbuat dari air”. Thales adalah sosok legendaris pada masa hidupnya. Thales sangat terkenal karena bisa meramalkan terjadinya gerhana yang menurut para Astronom memang terjadi, bukti lain, menunjukan bahwa aktivitas Thales paling tepat jika di tempatkan pada periode ini.

Filsafat adalah buah pikiran Filosof dan pertama yang perlu kita ketahui bahwa isi Filsafat sangat amat luas, fisafat yaitu segala yang ada dan mungkin ada. Dalam pengertian lain Filsafat adalah cabang pengetahuan yang tertua.
Ada tiga macam cara mempelajari Filsafat :
Metode Sistematis berarti pelajar menghadapi karya Filsafat, misalnya mula-mula pelajar menghadapi teori pengetahuan yang terdiri dari atas beberapa cabang ilmu Filsafat.
Adapun Metode Historis digunakan bila para pelajar mepelajari Filsafat dengan cara mengikuti sejarahnya, jadi sejarah pemikiran.
Adapula Metode Kritis digunakan oleh mereka dan mempelajari Filsafat tingkat Intensif, dan setidaknya pelajar telah memiliki banyak pengetahuan tentang Filsafat.
Sebelum mempelajari lebih dalam tentang sejarah Filsafat, adakalanya kita perlu mengetahui para Filosofi terdahulu.

THALES

Thales (624-546SM), orang Miletus itu, mendapat gelar bapak Filsafat karena dialah yang mula-mula berfisafat, gelar itu diberikan karena ia mengajukan pertanyaan yang amat mendasar.

ANAXIMANDER

Anaximander mencoba menjelaskan bahwa Suntansi pertama itu bersifat kekal dan ada dengan sendirinya. Anaximander mengatakan itu udara. Udara merupakan segala sumber kehidupan demikian alasannya.

SOCRATES

Ajaranya bahwa semua kebenaran itu relative telah mengoyahkan teori-teori sains yang mapan, mengguncangkan keyakinan agama. Ini menyebabkan kebingungan dan kekacauan dalam kehidupan, inilah sebabnya Socrates harus bangkit.

PLATO

Plato merupakan salah seorang murid dan sahabat Socrates, ia memperkuat pendapat gurunya itu, menurut Plato, kebenaran umum (defenisi) itu bukan dibuat dengan cara dialog yang induktif. Seperti pada Socrates, Pengertian umun itu telah tersedia di “sana” di alam idea, defenisi pada Socrates dapat saja diartikan tidak memiliki realitas.

ARISTOTELES

Aristoteles, murid dan juga teman serta guru Plato, adalah mendaapatkan pendidikan yang baik sebelum menjadi Filosof, keluarganya adalah orang-orang yang tertarik dalam kebaikan. Sifat berfikir sainstifik ini besar pengaruhnya pada diri Aristoteles. Oeleh karena itu, Filsafat Aristoteles berbeda dengan warnanya dengan Filsafat Plato : Sisitematis, amat dipengaruhi oleh metode Empiris.

Baca Juga: