Bidang Sains dan Teknologi Sejarah Islam

Bidang Sains dan Teknologi Sejarah Islam

Bidang Sains dan Teknologi Sejarah Islam

Bidang Sains dan Teknologi Sejarah Islam
Bidang Sains dan Teknologi Sejarah Islam

Sejarah Islam penuh dengan contoh-contoh

Sejarah Islam penuh dengan contoh-contoh dari kaum muslimin yang mengembangkan teknik dan teknologi, yang dipakai dan digabungkan dengan banyak peradaban lain. Adalah Islam yang mendorong banyak kaum muslimin untuk bisa menonjol dalam banyak disiplin ilmu yang mencakup dari mulai ilmu pengetahuan, hortikultura hingga bidang medis.

Suatu hadis Nabi Muhammad SAW, yang menyebutkan

“Allah menciptakan obat bagi tiap penyakit,” menjadi faktor yang memotivasi banyaknya perkembangan di bidang medis di masa lalu. Ini mengakibatkan perkembangan optalmologi (ilmu perawatan mata) di abad ke 10 hingga 13. Para ahli mata muslim banyak melakukan operasi, pembedahan, penemuan, dan menulis penemuan-penemuan mereka dalam buku pelajaran dan karangan ilmiah.

Hal ini juga yang mengakibatkan perkembangan buku-buku pedoman yang berjilid-jilid, yang banyak diantaranya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin. Satu diantaranya adalah ‘Qanun’ karangan Ibnu Sina, yang hingga hari ini masih tetap menjadi rujukan utama; dan dia memasukkan banyak istilah Arab ke dalam bidang itu. Perkembangan lain adalah perkembangan rumah sakit yang pertama di dunia, yang didirikan di Kairo tahun 872 M. Rumah sakit yang bernama Rumah Sakit Ahmad ibnu Tûlûn itu merawat dan memberikan pengobatan gratis bagi semua pasiennya. Ia juga memberikan ruang mandi terpisah untuk laki-laki dan perempuan, sebuah perpustakaan dengan koleksi yang banyak dan sebuah bagian untuk orang sakit mental. Semua perkembangan itu terjadi dikarenakan sebuah hadis yang memotivasi ribuan orang untuk mendapatkan pengobatan yang diberikan Allah SWT karena Rahman-nya yang diberikan pada kita.

Dalam masalah yang terjadi di dunia modern

Islam mampu memberikan solusi atas berbagai masalah karena ayat-ayat dalam Islam bersifat umum. Karena itu, Qur’an bisa diterapkan dalam berbagai kejadian. Dalam Islam hal ini mungkin, karena banyak dari aturan itu berada pada lingkp yang umum hingga banyak aturan yang bisa ditarik darinya. Karenannya, Islam cukup bisa menampung dan memberikan respon bagi semua hal baru, namun banyak dari hal-hal itu yang muncul sesuai berjalannya waktu. Contoh dari hal ini berkaitan dengan warisan:

“Allah mensyari’atkan bagimu tentang (harta waris)

Untuk anak-anakmu: bagian seorang anak lelaki sama dengan bagian dua orang anak perempuan; dan jika (anak-anak) itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan.” (Q Surat An-Nisa:11)
Kami memahami bahwa anak laki-laki mendapat bagian dua kali lipat dari apa yang diperoleh oleh anak perempuan.
Kami juga memahami bahwa anak dari anak laki-laki itu (cucu) juga dianggap sebagai anak dalam kasus dimana tidak ada anak-anak yang masih hidup, karena cucu termasuk dalam kata ‘cucu’.
Ini tidak seperti haknya pada anak dari anak perempuan, yang tidak diperlakukan seperti anak dari anak laki-laki dimana tidak ada anak-anak yang masih hidup. Ini menjadi demikian karena anak dari anak perempuan secara bahasa dalam bahasa Arab untuk kata ‘anak-anak’.
Kami memahami bahwa bahwa jika anak-anak adalah perempuan, dan jumlahnya lebih dari dua, maka mereka berbagi dua pertiga dari harta warisan. Nabi Muhammad SAW memberikan dua anak perempuan sama dengan yang jumlahnya lebih dari dua. Jadi aturan yang berkaitan dengan dua orang perempuan sama dengan aturan lebih dari dua orang perempuan.

Ketika berkaitan dengan pandangan awal Islam atas teknologi adalah

Bahwasanya semua benda dibolehkan namun pemakaiannya dibatasi, karena semua tindakan memerlukan penjelasan dari Shariah. Contohnya adalah Rudal Balistik Antarbenua (ICBM) dibolehkan dalam Islam. Namun pemakaiannya memerlukan pengetahuan dari aturan dalam Syariah. ICBM dapat dipakai untuk alasan-alasan dari mulai dijadikannya sebagai alat pencegah serangan musuh hingga pembunuhan penduduk sipil yang tidak berdosa yang dilarang dalam Islam. Islam membolehkan studi dan penggunaan obat-obatan, teknik, matematika, astronomi, kimia, fisika, agrikultur, industri, komunikasi termasuk juga internet dan pengetahuan navigasi dan geografi. Termasuk di dalamnya apa-apa yang diakibatkan darinya seperti industri, peralatan, mesin dan pabrik. Juga termasuk di dalamnya adalah industri, apakah itu militer atau bukan, dan industri berat seperti tank, pesawat terbang, roket, satelit, teknologi nuklir, bom hydrogen, elektronik atau kimia, traktor, gerbong, kereta, kapal uap. Termasuk juga industri konsumsi dan senjata ringan dan pabrik peralatan laboratorium, peralatan medis, peralatan pertanian, furniture, karpet dan produk konsumsi seperti TV, DVD, dan Sony Playstation dll. Hal-hal yang digambarkan di sini adalah bahwa semua benda yang kita kenal di masa lalu, saat ini dan masa dating adalah diperbolehkan tanpa pembatasan kecuali jika Shariah memberikan bukti yang ada untuk melarangnya, dan ini hanya terbatas pada sejumlah kecil benda.

Jadi Islam membolehkan teknologi karena semua benda pada dasarnya adalah diperbolehkan(ibahah) . Islam melarang hak milik intelektual dan akibatnya bahwa sesuatu seperti hak paten dan hak cipta, merupakan kepemilikan dalam Islam dan orang bisa memiliki secara penuh dan tidak memakai sebuah barang atau jasa. Islam membolehkan cloning tanaman dan hewan namun Islam melarang cloning manusia dikarenakan akan hilangnya pertalian keluarga dan garis keturunan. Islam tentu saja dapat sesuai dengan semua hal yang ada dalam dunia modern dikarenakan sifat alami dari teks-teks Islam. Karena itu Pembuahan melalui bayi tabung, In Vitro Fertalisation (IVF), digunakan dengan memakan aturan-aturan pada pertalian keluarga dan dibolehkannya mencari pengobatan medis. Bukti-bukti umum untuk mencari pengobatan dikaitkan dengan adanya dukungan mesin-mesin penopang kehidupan. Persenjataan canggih dikaitkan dengan bolehnya secara umum untuk memiliki benda-benda.
Secara genetis, makanan yang dimodifikasi dikaitkan dengan aturan untuk perbaikan kualitas tanaman dan makanan. Penicilin dikaitkan dengan aturan-aturan yang mendorong ditemukannya pengobatan untuk berbagai penyakit. Struktur double-helix DNA dikaitkan dengan aturan umum untuk mencari pengobaran, teknologi nuklir dikaitkan dengan banyaknya aturan yang mengindikasikan dipersiapkannya alat pencegah dan kebolehan secara umum untuk memiliki benda-benda. Dan E-commerce dikaitkan dengan aturan yang membolehkan penggunaan benda-benda sivilisasi.

Ringkasnya, teks-teks syariah (Quran dan Hadis) adalah mengandung pemikiran yang mendalam, yang memiliki cakupan yang paling luas untuk generalisasi dan adalah lahan yang paling subur untuk menanam prinsip-prinsip umum. Didalamnya juga ada teks-teks hukum bagi orang-orang dan bangsa-bangsa yang berbeda. Ini dikarenakan teks-teks itu mencakup semua jenis hubungan, apakah itu diantara individu, negara dan penduduknya, atau antar negara dan bangsa. Namun bagaimanapun baru dan beraneka ragamnya hubungan ini, pemikiran baru dapat ditarik dari teks-teks Syariah. Islam memiliki cakupan yang paling luas bagi generalisasi dan interpretasi yang dapat dilihat dari tata bahasa, kalimat, kata, gaya penyampaian yang mencakup kata (mantiq), arti (mafhum), indikasi (dalalah), alasan (ta’lil) dan qiyas (analogi) yang berdasarkan alasan Syariah (illah), yang membuat penarikan dalil menjadi mungkin , terus menerus dan mencakup banyak hal.

Hal ini memastikan Syariah untuk dapat mencakup segala hal, dan masalah sepanjang waktu. Untuk menjadi ladang yang subur untuk menanam prinsip-prinsip umum penanaman ide, ini dikarenakan banyaknya arti yang terkandung dalam teks-teks itu. Ini juga dikarenakan Qur’an dan Hadis diturunkan dalam pedoman yang luas dan umum walaupun memfokuskan pada detil sesuatu. Sifat alami dari pedoman umum ini adalah bahwa teks-teks itu memberikan Qur’an  Dan Hadis arti umum dimana isu bersama dan detil dapat termasuk dan dari situ muncullah banyak arti umum. Arti-arti umum itu mengandung isu-isu nyata dan dapat dipertimbangkan dan bukan dugaan. Pada saat yang sama teks-teks itu diturunkan untuk memecahkan semua masalah kemanusiaan, dan bukan hanya individu tertentu. Sedemikian rupa, hingga ada gia ratus prinsip-prinsip umum

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/