Belasan Belis Fakultas Teknik UGM Diserahkan ke Tukang Becak

Belasan Belis Fakultas Teknik UGM Diserahkan ke Tukang Becak

Belasan Belis Fakultas Teknik UGM Diserahkan ke Tukang Becak

Belasan Belis Fakultas Teknik UGM Diserahkan ke Tukang Becak
Belasan Belis Fakultas Teknik UGM Diserahkan ke Tukang Becak

Becak Listrik (Belis) hasil pengembangan dari Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada

(UGM) Yogyakarta akhirnya diserahkan ke pengayuh becak yang biasa beraktivitas di lingkungan kampus. Adanya inovasi tenaga penggerak listrik ini diharapkan bisa mengurangi beban tukang becak.

“Tujuannya untuk memanusiakan para tukang becak.

Membantu para tukang becak agar mampu meningkatkan pelayanannya,” kata peneliti dari Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM, Fahmy Radhi, Kamis (20/12).

Belis yang diserahkan ada sebanyak 12 unit. Selain untuk meringankan beban pengayuh becak, juga dirasa dalam hal ini pemanfaatan tenaga manusia dinilai kurang manusiawi di era saat ini.

Disamping itu, dengan energi listrik dapat mengurangi penggunaan energi fosil

dan ramah lingkungan. “Kami berkeinginan ke depan bisa mengembangkan 100 becak listrik. Untuk kemudian semakin bertambah diberikan kepada tukang becak,” katanya.

Pengembangan Belis ini dilakukan oleh Fakultas Teknik UGM dengan dukungan pendanaan dari Pertamina dan PLN. Dilakukan mulai 2016 silam, melalui riset mandiri.

Kepala Inovation Center for Automatic (ICA) UGM, Jayan Sentanuhady mengatakan, produk yang dihasilkan saat ini merupakan generasi keenam sejak awal riset.

Belis dilengkapi dengan motor listrik 48 Volt, menggunakan tenaga aki 48 Volt 12 Ah, dan daya 1.500 Watt. Pengisian daya listrik bisa dilakukan dengan mudah. Charger yang berada di dalam becak cukup disambungkan ke colokan listrik.

“Sekali di-charge selama 3-4 jam bisa digunakan untuk menempuh jarak 30 sampai 35 kilometer. Ke depan akan terus dikembangkan dengan teknologi pedal assist,” ucapnya.

 

 

Sumber :

https://thesrirachacookbook.com/apresasi-adalah/