Bandung Seriusi Garap Gerakan Literasi Sekolah

Bandung Seriusi Garap Gerakan Literasi Sekolah

Bandung Seriusi Garap Gerakan Literasi Sekolah

Bandung Seriusi Garap Gerakan Literasi Sekolah
Bandung Seriusi Garap Gerakan Literasi Sekolah

Wali Kota Bandung, M. Ridwan Kamil belum lama ini meresmikan Gerakan Literasi Sekolah

Tingkat Kota Bandung. Ridwan turut prihatin dengan indeks literasi Indonesia yang rendah. Ia berharap, dengan semangat dari Bandung bisa membawa semangat juga ke Indonesia.

“Tidak lain tidak bukan supaya indeks literasinya membaik, menghasilkan anak sekolah di negeri ini lebih pintar. Oleh karena itu, di Bandung melakukan 2 hal yang fundamental, kita punya Perda Literasi dan Perpustakaan, sehingga dimana-mana harus ada ruang membaca,” pungkasnya.

Ridwan menambahkan, contoh ruang membaca seperti gerobak dorong buku, mobil perpustakaan, satu taman satu perpustakaan dan satu kelurahan satu perpustakaan. “Jadi dengan objek yang sudah disediakan di beberapa tempat tersebut, kita wajibkan membaca 15 menit kepada seluruh anak-anak sekolah. Sehingga sebelum memulai pelajaran, mereka harus membaca buku-buku yang bukan pelajaran. Bacaanya seperti Fantasi komik, buku cerita dll. Tujuannya agar meningkatkan daya literasi mereka,” ungkapnya.

Menurutnya, budaya membaca tidak jauh juga dengan menulis. “Jika menulis

itu sudah dilakukan dalam level formal, seperti dalam kelas, ujian dll. Bisa kita sandingkan, tapi dari dua skill itu membaca lebih penting karena sifatnya pasif,” paparnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana menjelaskan, mengenai literasi ini harus dilakukan segera mungkin. “Karena jika budaya literasinya bagus, mudah-mudahan Kota Bandung dalam hal membaca menjadi meningkat,” ujarnya.

Ditambahkan Elih, dengan budaya membaca, cara kita belajar bisa mudah. “

Literasi jawabannya, yang merupakan salah satu fokus kita dari sekarang untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kota Bandung,” jelasnya.

 

Sumber :

https://memphisthemusical.com/