Bahas RSBI, Mendikbud kumpulkan dinas pendidikan

Bahas RSBI, Mendikbud kumpulkan dinas pendidikan

Bahas RSBI, Mendikbud kumpulkan dinas pendidikan

Bahas RSBI, Mendikbud kumpulkan dinas pendidikan
Bahas RSBI, Mendikbud kumpulkan dinas pendidikan

Terkait rumusan baru yang akan diterapkan di sekolah-sekolah yang dulu memiliki status Rintisan Sekolah

Bertaraf Internasional (RSBI), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) segera mengumpulkan Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan provinsi untuk berdiskusi.

“Kami akan segera mengundang Dinas Pendidikan kabupaten/kota dan juga dewan pendidikan untuk merumuskan apa yang akan kita lakukan setelah amar putusan MK (Mahkamah Konstitusi, terkait pembubaran RSBI). Tapi yang jelas, semangat meningkatkan kualitas pendidikan kita tidak boleh turun,” ujar Mendikbud Mohammad Nuh usai meresmikan Politeknik Maritim Negeri Indonesia (Polimarin) Semarang, Senin (14/1/2013).

Menurutnya, ada atau tidak ada RSBI, kualitas pendidikan di Indonesia harus bermutu

dan bisa sejajar dengan pendidikan di negara-negara maju. “Ada atau tidak ada RSBI kualitas pendidikan kita harus T-O-P, TOP!,” tegasnya.

Sementara terkait dengan kurikulum baru 2013, saat ini masuk pada fase sosialisasi yang selanjutnya akan dilakukan pelatihan bagi guru-guru terkait kurikulum yang baru itu.

“Kita ini baru mau sosialisasi. Tidak usah terlalu risau, karena nanti akan diikuti oleh pelatihan para guru. Yang belum tahu ya tunggu sebentar,” paparnya.

Pemberlakuan kurikulum baru itupun, lanjut dia, akan dimulai secara bertahap. Untuk jenjang SD

, dimulai kelas satu hingga kelas empat. Sementara untuk jenjang sekolah menengah, baik tingkat SMP, SMA/SMK sederajat akan dimulai dari kelas satu. “Jadi semuanya bertahap dilakukannya,” imbuhnya.

 

Baca Juga :