Aset Tetap Paragraf 16 C

Aset Tetap Paragraf 16 C

Aset Tetap Paragraf 16 C

Aset Tetap Paragraf 16 C
Aset Tetap Paragraf 16 C

PSAK 16 diadopsi dari IAS 16: Plant, Property, and Equipment. Dalam PSAK 16 tersebut diatur mengenai komponen kos (cost) perolehan yaitu:

harga perolehan aset, termasuk bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan setelah dikurangi diskon dan potongan lain
biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsung untuk membawa aset sampai ke tempat dan kondisi yang diinginkan agar aset siap untuk digunakan sesuai keinginan dan maksud manajemen
estimasi awal biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan restorasi lokasi aset. Kewajiban atas kos tersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karena entitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentu untuk tujuan selain menghasilkan persediaan

Komponen 1 & 2 mungkin sudah cukup jelas dan familiar bagi sebagian besar orang (yang mengerti akuntansi), karena memang kedua komponen tersebut jelas mencerminkan konsep kos (pengukur atas pertukaran). Besarnya aset yang akan kita sajikan di neraca diukur sebesar berapa yang kita pertukarkan untuk memperoleh aset dalam artian aset tersebut sudah dapat digunakan sesuai dengan keinginan dan maksud manajemen.

Komponen ke 3, ternyata cukup membingungkan beberapa pihak. Hal yang pertama kali dipermasalahkan adalah mengapa estimasi bisa diakui sebagai kos?

Untuk menafsirkannya, kita perlu mencermati lebih lanjut kalimat kedua dari paragraf c tersebut, karena kuncinya ada di kalimat kedua ini. Kalimat tersebut jika dikaitkan dengan kalimat pertama akan berarti bahwa, setelah selesai memakai lokasi, aset harus dibongkar kembali di akhir pemakaian, tanpa itu maka aset tidak akan bisa digunakan (kewajiban muncul di awal). Sehingga, biaya pembongkaran dan relokasi aset merupakan biaya yang diperlukan untuk membuat aset siap dalam kondisi dan tempatnya (memenuhi kriteria b).

Kemudian mengenai estimasi. Dalam paragraf tersebut, estimasi bukan berarti bahwa kos tersebut adalah kos hipotetis. Estimasi di sini dapat ditafsirkan sebagai best estimate atau estimasi terbaik yang dapat dilakukan untuk menentukan biaya pembongkaran dan relokasi di masa depan. Jika kita kaitkan dengan konsep time value of money, maka estimasi tadi seharusnya di-present value-kan.

Hal terakhir yang menjadi poin kunci adalah, pembongkaran, relokasi, dan restorasi yang dimaksud dalam poin c adalah, untuk site (dalam PSAK menjadi lokasi). Hal ini terlihat secara jelas dalam versi IFRSnya (IAS 16 paragraf 16 c):

(c) the initial estimate of the costs of dismantling and removing the item and
restoring the site on which it is located, the obligation for which an entity
incurs either when the item is acquired or as a consequence of having used
the item during a particular period for purposes other than to produce
inventories during that period.

Dalam hal ini, site berdasarkan kamus Oxford berarti:

noun

an area of ground on which a town, building, or monument is constructed:the proposed site of a hydroelectric damthe concrete is mixed on site
a place where a particular event or activity is occurring or has occurred:the site of the Battle of Flodden
short for building site
short for campsite or caravan site
short for website
Sehingga, tidak semua jenis aset yang di akhir membutuhkan pembongkaran, relokasi, dan restorasi terkena persyaratan dalam paragraf c.

Sekian tafsir PSAK 16 paragraf 16 c. Semoga bermanfaat.

Sumber : https://penzu.com/public/0f583643