Analisis Laporan Keuangan Strategik

Analisis Laporan Keuangan Strategik

Analisis Laporan Keuangan Strategik

Analisis Laporan Keuangan Strategik
Analisis Laporan Keuangan Strategik

Tulisan kali ini akan membahas garis besar analisis laporan keuangan strategik, yang jauh lebih dalam dari analisis laporan keuangan, dan lebih bermakna dari sekedar analisis rasio keuangan.

1. Hal pertama yang harus dilakukan sebelum masuk ke analisis laporan keuangan strategik adalah mengetahui konteks perusahaan. Konteks ini sangat diperlukan untuk melihat posisi relatif kinerja keuangan perusahaan terhadap situasi persaingan dalam industri, dan situasi industri yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti geopolitik, ekonomi makro, sosial, atau teknologi.

Misalnya, kita akan menganalisis laporan keuangan Shell. Maka hal pertama yang harus kita tuangkan dalam laporan analisis adalah informasi mengenai industri migas, situasi persaingan dan posisi Shell di dalamnya, dan situasi geopolitik-ekonomi makro-sosial yang berpengaruh terhadap Shell atau industri migas saat ini.

Dalam tahap ini, kita juga perlu memeriksa berita atau isu-isu yang berkembang mengenai perusahaan. Misalnya berita tentang komplain masyarakat atau demo karyawan. Tujuannya untuk melihat secara objektif informasi perusahaan. Karena nantinya sumber data untuk analisis yang kita gunakan adalah publikasi perusahaan, yang biasanya sudah dipoles oleh perusahaan tersebut.

2. Selanjutnya, kita harus bisa mendapatkan informasi mengenai situasi internal perusahaan. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran apa yang dilakukan perusahaan dalam menghadapi situasi eksternalnya. Informasi yang harus didapatkan antara lain (namun tidak terbatas pada):

  • Posisi saham dan kendali perusahaan. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang dapat mempengaruhi kebijakan perusahaan.
  • Bauran direktur sebagai pengambil keputusan taktis dan strategis tertinggi (biasanya direktur perusahaan berisi campuran antara orang dalam-orang luar dan orang baru-orang lama, salah satu tujuannya untuk memberi penyegaran pandangan strategis). Bauran direktur ini harus dilihat dalam posisi relatif terhadap konteks. Misalnya, industri sedang mengalami turbulensi karena penurunan harga yang sangat tajam, maka bauran yang baik adalah lebih banyak direktur dari eksternal.
  • Product life cycle dan jenis produk. Informasi ini nantinya dapat dikorelasikan dengan jenis biaya atau pola pengeluaran biaya perusahaan, atau pola aliran kas, atau struktur laporan keuangan. Misalnya, produk yang proses pembuatannya lama (misalnya wind turbine), biasanya memerlukan working capital yang besar, jadi wajar jika jumlah kas dan persediaan mendominasi total aset.

3. Setelah mengetahui informasi umum, maka langkah selanjutnya adalah mengaitkan informasi eksternal dan internal melalui strategi perusahaan. Kita dapat menggunakan rerangka analisa seperti 5 forces, SWOT, atau PESTEL untuk melihat strategic competitiveness. Dalam analisis ini penting diketahui rantai suplai perusahaan yang bisa berdampak pada posisi strategik perusahaan. Selanjutnya, kita harus menganalisa strategic positioning yang biasanya berupa cost leadership atau differentiation. Perlu juga untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda sustainable strategic competitive advantage di perusahaan, atau inisiatif ke arah sana. Analisis strategi ini harus dikaitka dengan laporan keuangan. Jadi misalnya suatu perusahaan mengalami kenaikan nilai goodwill besar dalam jangka waktu singkat, bisa jadi hal ini terkait dengan strategi ekspansi pasar yang bertujuan untuk mendapatkan sustainable strategic competitive advantage.

Setelah memahami strategi, langkah selanjutnya adalah melakukan analisis laporan keuangan.

4. Langkah pertama analisis laporan keuangan adalah menganalisis kebijakan akuntansi terkait dengan strategi perusahaan dan fleksibilitas manajemen dalam kebijakan akuntansi. Misalnya, jika strategi perusahaan adalah cost leadership, maka kebijakan akuntansi yang harus dianalisis lebih dalam adalah kebijakan-kebijakan terkait dengan beban, seperti misalnya kebijakan terkait biaya R&D. Perusahaan dapat mengkapitalisasi biaya Development jika memenuhi syarat kapitalisasi, dan harus membebankan biaya Riset. Setelah itu dilihat seberapa fleksibel manajemen dalam memanfaatkan kebijakan ini untuk mencapai strateginya. Sebagai contoh, kapitalisasi biaya pengembangan tergantung management judgment, biaya yang dikapitalisasi menjadi subyek amortisasi dan impairment. Impairment juga berdasar management judgment, maka fleksibilitas sangat tinggi. Oleh karena itu, perlu diperdalam tren terkait kapitalisasi dan pembebanan biaya R&D, juga posisi relatifnya terhadap pesaing, untuk mengetahui kewajaran kebijakan akuntansi dan penerapannya.

Langkah lain yang perlu dilakukan dalam analisis kebijakan akuntansi adalah dengan melihat catatan auditor dan catatan direksi. Hal ini diperlukan terutama untuk mendapatkan informasi terkait kejadian yang tidak berulang (non-recurring event), misalnya pengurangan pegawai. Kejadian tidak berulang ini bermanfaat untuk analisis rasio. Untuk mendapatkan hasil analisis yang optimal, kejadian tidak berulang dapat disertakan atau dikecualikan dari analisis, tergantung analisis yang akan dilakukan. Misalnya, kejadian tidak berulang dikecualikan dari ROCE namun disertakan dalam analisis bottom line untuk melihat tingkat pengembalian ke pemilik.

Setelah mengetahui kebijakan akuntansi, langkah selanjutnya yang harus dilakukan adalah analisa kinerja keuangan. Analisis kinerja keuangan dapat dilakukan dengan memformulasikan rasio-rasio keuangan terkait kinerja (laba/rugi). Formulasi rasio dapat dilakukan dengan menggunakan rasio-rasio standar (tersedia di internet atau buku akademik), atau membuat rasio sendiri. Syaratnya, rasio tersebut harus dapat digunakan untuk:

  • Melihat tren perkembangan perusahaan.
  • Melihat lebih lanjut strategi & sifat bisnis.
  • Perbandingan relatif dalam persaingan. Misalnya, jika ingin membandingkan Shell dan Pertamina, maka rasio yang melibatkan laba bersih (misalnya Nett Profit Margin/NPM) tidak dapat digunakan. Hal ini dikarenakan dalam NPM terdapat pajak dan beban bunga, yang mana perusahaan global seperti Shell berbeda dengan perusahaan nasional. Sehingga, rasio yang lebih relevan untuk digunakan dalam perbandingan adalah rasio yang memfaktorkan laba operasi sebelum pajak dan beban bunga, seperti misalnya ROCE.

Setelah memahami posisi kinerja dan kaitannya dengan strategi, persaingan, dan situasi industri, maka langkah selanjutnya adalah menggambar struktur posisi keuangan.

Struktur posisi keuangan dapat digambarkan secara umum (hanya aset lancar, aset tetap, liabilitas jangka panjang, liabilitas jangka pendek, dan ekuitas), atau secara lebih detail (misalnya aset lancar dipecah ke komponen terbesarnya seperti kas dan persediaan). Faktor terpenting menggambarkan struktur ini adalah untuk mendapatkan pandangan secara garis besar, komponen-komponen laporan keuangan mana yang nantinya harus didalami. Langkah ini bermanfaat untuk mempercepat analisis laporan keuangan, sehingga langsung menuju ke isu utama.

Misalnya, jika secara garis besar diketahui jumlah liabilitas lebih besar daripada ekuitas, maka perusahaan tersebut memiliki indikasi risiko gearing atau leverage yang tinggi. Dari sini, maka analisis yang harus diperdalam adalah analisis terkait gearing. Analisis ini juga harus dikaitkan dengan komponen-komponen lain dalam laporan keuangan. Misalnya, perusahaan memiliki gearingyang tinggi dengan tren meningkat, namun working capital juga tinggi, jumlah kas mendominasi aset lancar, dan tren Days Payable Outstanding meningkat dari periode sebelumnya, maka dari sini terdapat kemungkinan bahwa perusahaan sengaja menahan kas, dan perlu dilihat dalam catatan (atau surat) direksi (di bagian awal annual report atau atau catatan atas laporan keuangan) atau informasi dari sumber eksternal (berita), apakah perusahaan tersebut akan menerbitkan surat utang baru. Karena, salah satu alasan perusahaan menahan kas dengan rentetan kaitan komponen laporan keuangan seperti di atas adalah untuk menahan atau menurunkan risiko utang yang berdampak pada beban bunga.

5. Setelah melihat struktur posisi keuangan internal dan melihat kemampuan perusahaan dalam manajemen keuangan, manajemen aset, dan manajemen working capital, maka selanjutnya adalah melihat posisi relatif terhadap pesaing. Bisa jadi dalam satu industri seluruh perusahaan mengalami penurunan persediaan karena dampak dari situasi geopolitik, atau bisa jadi perusahaan memiliki risiko gearing yang tinggi dibandingkan pesaing, namun memiliki manajemen aset yang lebih baik, dan sedang melakukan ekspansi pasar.

6. Selanjutnya, analisis yang harus dilakukan adalah analisis kas. Analisis ini adalah analisis vital dalam laporan keuangan, karena kas adalah darah dari perusahaan. Tanpa kas, perusahaan tidak akan dapat menjalankan kegiatan usahanya. Analisis kas yang paling penting adalah melihat Free Cash Flow to Firm (FCFTF) yang menunjukkan kas bersih yang dihasilkan dari kegiatan usaha termasuk kegiatan investasi, dan Free Cash Flow to Equity (FCFTE) yang menunjukkan kas bersih yang dihasilkan dari seluruh aktivitas perusahaan dan tersedia untuk pemilik. Kedua Free Cash Flow ini nantinya bermanfaat untuk analisis penilaian perusahaan.

Perusahaan yang sehat adalah yang memiliki aliran kas bersih positif. Namun ada juga perusahaan seperti Tesla yang FCFTF selalu negatif (hanya pernah sekali positif) karena kas selalu dibakar di R&D. Perusahaan ini masih dapat bertahan karena sifat irasional investor, yang sebagian besar yakin dengan masa depan dan inovasi Tesla.

7. Setelah mengetahui kesehatan perusahaan, langkah selanjutnya adalah melihat tren harga saham (jika perusahaan publik) dan posisi relatifnya dalam industri, juga tren pembagian dividen (jika ada pembagian dividen). Tren harga saham ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti sentimen investor, kondisi industri, dan lain sebagainya. Namun, hal ini diperlukan untuk mendapat gambaran nilai perusahaan secara eksternal.

8. Setelah seluruh informasi lengkap, maka hal terakhir yang dilakukan adalah melakukan review keseluruhan dari analisis laporan keuangan untuk mendapat kesimpulan (atau beberapa kesimpulan) tentang perusahaan. Dari kesimpulan ini, dapat dibuat pertimbangan sesuai kebutuhan analisis seperti misalnya kelayakan investasi bagi investor, kelayakan gaji-bonus-atau masa depan perusahaan bagi karyawan dan serikat pekerja, atau kelayakan partnership (misalnya untuk kontrak pasokan) bagi calon rekanan.

Untuk keperluan kelayakan investasi, terdapat satu langkah lagi yang harus dilakukan yaitu penilaian perusahaan. Penilaian ini dapat dilakukan dengan melihat nilai eksternal (misalnya berdasarkan harga saham menggunakan Price to Earning) atau menggunakan nilai internal (misalnya menggunakan PV FCFTF atau FCFTE).

Analisis laporan keuangan strategik memang tidak mudah dan memerlukan financial sense dan strategic business sense yang harus diasah melalui jam terbang. Sense ini diperlukan untuk mengaitkan segala sesuatu yang terjadi dalam bisnis dengan apa yang terjadi dalam laporan keuangan.

Demikian gambaran umum dari analisis laporan keuangan strategik. Jika ada pertanyaan atau ingin berdiskusi lebih lanjut, silakan berkomentar di kolom yang tersedia.

Baca Juga :